MUTHIAH, NADHIFAH NURUL (2025) EVALUASI PENERAPAN INTERPROFESSIONAL EDUCATION (IPE) DALAM PROGRAM PKKMB MENGGUNAKAN MODEL KIRKPATRICK DI FAKULTAS KEDOKTERAN DAN KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS HASANUDDIN : MIXED METHOD STUDY = EVALUATION OF THE IMPLEMENTATION OF INTERPROFESSIONAL EDUCATION (IPE) IN THE PKKMB PROGRAM USING THE KIRKPATRICK MODEL AT THE FACULTY OF MEDICINE AND DENTISTRY, HASANUDDIN UNIVERSITY : MIXED METHOD STUDY. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.
C012232018-eLsrVgiWJKXB57Oo-20251007133722.png
Download (181kB) | Preview
C012232018-1-2.pdf
Download (159kB)
C012232018-dp.pdf
Download (52kB)
C012232018-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 8 September 2027.
Download (10MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang: Pendidikan Interprofesional (Interprofessional Education/IPE) merupakan strategi pembelajaran kolaboratif yang penting untuk membangun kompetensi kolaborasi sejak dini antar mahasiswa profesi kesehatan. Universitas Hasanuddin telah mengintegrasikan IPE dalam kegiatan orientasi mahasiswa baru (PKKMB) sebagai bentuk paparan awal terhadap nilai-nilai kolaboratif. Tujuan: Mengevaluasi implementasi IPE selama PKKMB menggunakan Model Evaluasi Kirkpatrick pada Level 1 (reaksi) dan Level 2 (pembelajaran), dengan pendekatan metode campuran. Metode: Penelitian ini menggunakan desain mixed methods eksploratori dengan instrumen kuantitatif berupa Readiness for Interprofessional Learning Scale (RIPLS) yang diisi oleh 439 mahasiswa baru dari Program Studi Kedokteran, Kedokteran Gigi, dan Psikologi. Analisis data dilakukan dengan uji ANOVA dan uji lanjutan Tukey HSD. Data kualitatif dikumpulkan melalui Focus Group Discussion (FGD) dan dianalisis dengan pendekatan tematik. Hasil: Secara kuantitatif, mahasiswa menunjukkan kesiapan yang tinggi terhadap pembelajaran kolaboratif (rerata RIPLS = 68,60 ± 8,57), dengan skor tertinggi pada subskala Teamwork and Collaboration. Terdapat perbedaan bermakna antar program studi. Analisis kualitatif mengungkapkan reaksi positif mahasiswa terhadap IPE, seperti hilangnya batas profesi, peningkatan komunikasi, dan pengalaman belajar yang menyenangkan, namun juga ditemukan hambatan seperti kesiapan fasilitator dan ketidakseimbangan komposisi kelompok. Kesimpulan: Implementasi IPE dalam PKKMB mendapatkan respon positif dan meningkatkan pemahaman serta sikap kolaboratif mahasiswa. Diperlukan perbaikan pada aspek fasilitator, waktu pelaksanaan, dan konteks materi untuk mengoptimalkan dampaknya.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Interprofessional Education, Kirkpatrick, RIPLS, Kolaborasi, Pendidikan Kesehatan |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kedokteran > Ilmu Kedokteran |
| Depositing User: | Nasyir Nompo |
| Date Deposited: | 08 Apr 2026 00:09 |
| Last Modified: | 08 Apr 2026 00:09 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/54979 |
