TANGKETASIK, CORNELIA DOKY (2026) Perbandingan Efektivitas Terapi Tunggal dan Kombinasi Oral Antidiabetics Drugs (OAD) Terhadap Kadar HbA1c pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Rumah Sakit Universitas Hasanuddin Makassar Tahun 2024 = Comparison of the Effectiveness of Single and Combination Therapy with Oral Antidiabetic Drugs (OAD) on HbA1c Levels in Patients with Type 2 Diabetes Mellitus at Hasanuddin University Hospital Makassar in 2024. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
C011221157-iS50DzRqsxgNBuX7-20260121103515.png
Download (571kB) | Preview
C011221157-1-2.pdf
Download (333kB)
C011221157-dp.pdf
Download (214kB)
C011221157-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 14 January 2028.
Download (2MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang: Diabetes Melitus tipe 2 (DMT2) merupakan masalah kesehatan global dengan prevalensi yang terus meningkat di Indonesia, termasuk di Sulawesi Selatan. Terapi obat antidiabetik oral (OAD) menjadi pilihan utama, namun efektivitas monoterapi sering terbatas sehingga kombinasi OAD direkomendasikan untuk mencapai kontrol glikemik optimal yang tercermin pada kadar HbA1c. Tujuan: Membandingkan efektivitas terapi tunggal (monoterapi) dan kombinasi OAD terhadap penurunan kadar HbA1c pada pasien DMT2 di Rumah Sakit Universitas Hasanuddin Makassar tahun 2024. Metode: Penelitian observasional retrospektif dengan desain cross-sectional. Sampel sebanyak 90 pasien DMT2 yang memenuhi kriteria inklusi (diagnosis DMT2, menerima OAD, memiliki data HbA1c sebelum dan sesudah terapi minimal 3 bulan, usia >17 tahun) dipilih menggunakan teknik purposive sampling dari rekam medis tahun 2024. Pasien dibagi menjadi dua kelompok: monoterapi (n=45) dan kombinasi OAD (n=45). Data dianalisis dengan uji t independen untuk membandingkan rata-rata ΔHbA1c. Hasil: Rata-rata penurunan HbA1c pada kelompok kombinasi OAD adalah 1,24%, sedangkan pada kelompok monoterapi terjadi kenaikan ringan sebesar 0,08%. Terdapat perbedaan signifikan antara kedua kelompok (t = -5,925; p < 0,001). Kombinasi OAD, terutama yang berbasis metformin dengan sulfonilurea (gliclazide/glimepiride) atau inhibitor DPP-4 (vildagliptin), menunjukkan efektivitas lebih tinggi. Kesimpulan: Terapi kombinasi OAD lebih efektif dibandingkan monoterapi dalam menurunkan kadar HbA1c pada pasien DMT2 di RS Universitas Hasanuddin Makassar tahun 2024. Hasil ini mendukung rekomendasi eskalasi ke terapi kombinasi pada pasien yang tidak mencapai target glikemik dengan monoterapi saja.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kata kunci: Diabetes Melitus tipe 2, obat antidiabetik oral, monoterapi, terapi kombinasi, HbA1c, efektivitas. |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kedokteran > Pendidikan Dokter |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 07 Apr 2026 07:24 |
| Last Modified: | 07 Apr 2026 07:24 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/54974 |
