SULAKSANA, MOCHAMMAD ALFIAN (2025) Ekspresi Vaskuler Endothelial Growth Factor-a (VEGF-A) dan Lactate Dehidrogenase (LDH) yang tinggi sebagai Faktor Risiko Rendahnya Respon Kemoradiasi Neoadjuvant pada Penderita Karsinoma Nasofaring WHO-3 Stadium Lanjut. Disertasi thesis, Universitas Hasanuddin.
C013201010-3CkKUG2894tjaFxh-20251006204354.jpg
Download (398kB) | Preview
C013201010-1-2.pdf
Download (608kB)
C013201010-dp.pdf
Download (249kB)
C013201010-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 3 October 2027.
Download (4MB)
Abstract (Abstrak)
MOCHAMMAD ALFIAN SULAKSANA. Ekspresi Vaskuler Endothelial Growth Factor-a (VEGF-A) dan Lactate Dehidrogenase (LDH) yang tinggi sebagai Faktor Risiko Rendahnya Respon Kemoradiasi Neoadjuvant pada Penderita Karsinoma Nasofaring WHO-3 Stadium Lanjut. (dibimbing oleh Abdul Qadar Punagi, Nova AL. Pieter, I Gde Ardika Nuaba, Sutji Pratiwi Rahardjo, Masyita Gaffar, Ilhamjaya Patellongi). Karsinoma nasofaring (KNF) stadium lanjut merupakan keganasan dengan prognosis buruk. Penanganan KNF stadium lanjut umumnya berupa kemoradioterapi, namun temuan mengenai respon terapi masih sangat bervariasi. Ekspresi Vascular Endothelial Growth Factor A (VEGF-A) dan Lactate Dehydrogenase (LDH) telah dilaporkan berhubungan dengan respons kemoradiasi neoadjuvan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi ekspresi VEGF-A dan LDH yang tinggi sebagai faktor risiko rendahnya respons kemoradiasi neoadjuvant pada KNF WHO tipe 3 stadium lanjut. Penelitian ini menggunakan desain case-control yang dilakukan di RSUDP NTB dan RSUP I.G.N.G. Ngoerah Denpasar (Agustus–Agustus 2024-2025). Sampel darah vena diambil setelah tiga siklus kemoterapi taxan cisplatin kombinasi dan radioterapi IMRT 33 fraksi (6600 Gy). Ekspresi VEGF-A dan LDH serum diukur dengan metode Enzyme-Linked Immunosorbent Assay (ELISA). Variabel bebas meliputi ekspresi VEGF-A dan LDH. Variabel tergantung adalah respons terapi (positif/negatif) berdasarkan kriteria complete response, partial response, no response, dan progressive disease. Analisis statistik meliputi analisis univariat, bivariat (uji Chi square atau Fisher exact dan uji Mann–Whitney) analisis ROC, dan analisis multivariat (regresi logistik) dengan nilai p≤0,05 dianggap signifikan. Sebanyak 58 pasien KNF WHO-3 stadium lanjut dianalisis, dengan distribusi respon kemoradiasi seimbang (50% positif; 50% negatif). Mayoritas berusia ≥45 tahun (60,3%), laki-laki (70,7%), bersuku Sasak (89,7%), dan menderita ≥6 bulan (60,3%). Median ekspresi VEGF-A dan LDH masing-masing 126,93 ng/L dan 68,55 U/L. Analisis bivariat menunjukkan jenis kelamin laki-laki (OR=3,39; p=0,043), VEGF-A tinggi ≥128,525 ng/L (OR=3,64; p=0,018), dan LDH tinggi ≥66,485 U/L (OR=4,30; p=0,008) berhubungan signifikan dengan respon negatif. Analisis ROC menunjukkan AUC ekspresi VEGF-A=0,694 (Sensitivitas 62,1%, spesifisitas 69%, p=0,011) dan LDH=0,699 (Sensitivitas 72,4%, spesifisitas 62,1%, p=0,009). Regresi logistik multivariat mengidentifikasi LDH tinggi sebagai prediktor independen respon negatif (aOR=4,68; p=0,009), sedangkan usia ≥45 tahun, jenis kelamin, dan ekspresi VEGF-A menunjukkan risiko yang tidak signifikan. Sebagai kesimpulan, ekspresi VEGF-A dan LDH yang tinggi merupakan faktor risiko rendahnya respon kemoradiasi neoadjuvan pada pasien KNF WHO-3 stadium lanjut. Oleh karena itu, ekspresi VEGF-A dan LDH dapat dipertimbangkan sebagai biomarker prognostik dalam penentuan strategi terapi KNF
| Item Type: | Thesis (Disertasi) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kedokteran > Ilmu Kedokteran |
| Depositing User: | Nasyir Nompo |
| Date Deposited: | 07 Apr 2026 23:58 |
| Last Modified: | 07 Apr 2026 23:58 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/54973 |
