ANALISIS FAKTOR-FAKTOR RISIKO BURNOUT DAN DEPRESI PADA MPPDS ILMU PENYAKIT DALAM FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS HASANUDDIN = ANALYSIS OF THE RISK FACTORS FOR BURNOUT AND DEPRESSION AMONG RESIDENT DOCTORS IN THE INTERNAL MEDICINE SPECIALIST PROGRAM AT THE FACULTY OF MEDICINE HASANUDDIN UNIVERSITY


MUSTARI, ANDI SITTI NURUL HAERUNNISA N. (2025) ANALISIS FAKTOR-FAKTOR RISIKO BURNOUT DAN DEPRESI PADA MPPDS ILMU PENYAKIT DALAM FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS HASANUDDIN = ANALYSIS OF THE RISK FACTORS FOR BURNOUT AND DEPRESSION AMONG RESIDENT DOCTORS IN THE INTERNAL MEDICINE SPECIALIST PROGRAM AT THE FACULTY OF MEDICINE HASANUDDIN UNIVERSITY. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
C012232008-pFt2G1SAsNdD7vhr-20251003131906.png

Download (177kB) | Preview
[thumbnail of bab 1-2] Text (bab 1-2)
C012232008-1-2.pdf

Download (499kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
C012232008-dp.pdf

Download (109kB)
[thumbnail of Fulltext] Text (Fulltext)
C012232008-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 8 September 2027.

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang: Program residensi Ilmu Penyakit Dalam diketahui memiliki tingkat stres, burnout, dan depresi yang tinggi, yang secara signifikan berdampak terhadap kesehatan mental residen dan kualitas pelayanan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi prevalensi serta faktor-faktor risiko burnout dan depresi di kalangan residen Ilmu Penyakit Dalam, serta mengidentifikasi potensi perbaikan dalam sistem pendidikan residensi. Metode: Penelitian ini menggunakan desain campuran (mixed-methods) eksplanatori. Secara kuantitatif, sebanyak 184 residen Ilmu Penyakit Dalam mengisi Beck Depression Inventory (BDI) dan Maslach Burnout Inventory - Human Services Survey (MBI-HSS). Secara kualitatif, lima peserta terlibat dalam diskusi kelompok terarah (FGD) untuk memperoleh pemahaman mendalam mengenai faktor stres dan rekomendasi perbaikan. Data kuantitatif dianalisis dengan statistik deskriptif dan inferensial, sementara data kualitatif dianalisis menggunakan pendekatan tematik. Hasil: Hasil kuantitatif menunjukkan bahwa 8,7% residen mengalami depresi ringan hingga sedang, dan 3,8% menunjukkan gangguan suasana hati ringan. Rata-rata skor burnout mengindikasikan tingkat sedang hingga tinggi secara keseluruhan, dengan kelelahan emosional (Emotional Exhaustion/EE) yang menonjol terutama pada residen junior. Faktor-faktor yang secara signifikan berkorelasi dengan skor depresi yang lebih tinggi meliputi beban kerja non-akademik, waktu luang untuk hobi yang terbatas, kelelahan emosional, dan depersonalisasi. Analisis kualitatif menyoroti beban kerja yang berlebihan, praktik hierarkis yang tidak rasional, penugasan tugas non-klinis, kurangnya waktu istirahat dan pribadi, serta normalisasi terhadap kondisi pelatihan yang keras sebagai kontributor utama burnout dan depresi. Residen merekomendasikan peningkatan jumlah residen, pendelegasian tugas non-medis, distribusi beban kerja yang merata, serta gaya kepemimpinan yang suportif dan empatik sebagai strategi perbaikan utama. Kesimpulan: Burnout dan depresi pada residen Ilmu Penyakit Dalam dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berkaitan. Reformasi sistemik yang komprehensif, mencakup strategi koping individu dan perubahan budaya organisasi, sangat diperlukan untuk menciptakan lingkungan residensi yang lebih sehat, menjaga kesejahteraan residen, serta menjamin kualitas perawatan pasien yang optimal.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Burnout, Depression, Internal Medicine Residents, Mixed Method
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Kedokteran > Ilmu Kedokteran
Depositing User: Nasyir Nompo
Date Deposited: 06 Apr 2026 06:40
Last Modified: 06 Apr 2026 06:40
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/54955

Actions (login required)

View Item
View Item