NASHAR, AZ HAFID (2025) Terapi Antiplatelet Presisi pada Pasien STEMI yang Menjalani Primary PCI: Personalisasi Pemilihan Ticagrelor dan Clopidogrel Berdasarkan Profil Klinis, Angiografis, dan Inflamasi = Precision Antiplatelet Therapy in STEMI Patients Undergoing Primary PCI : Personalizing the Choice of Ticagrelor and Clopidogrel Based on Clinical, Angipgraphic and Inflamatory Profiles. Disertasi thesis, Universitas Hasanuddin.
C013212011-fN5R7p1XrsiGcEjY-20251007203138.jpg
Download (365kB) | Preview
C013212011-1-2.pdf
Download (1MB)
C013212011-dp.pdf
Download (230kB)
C013212011-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 6 October 2027.
Download (8MB)
Abstract (Abstrak)
AZ Hafid Nashar. Terapi Antiplatelet Presisi pada Pasien STEMI yang Menjalani Primary PCI: Personalisasi Pemilihan Ticagrelor dan Clopidogrel Berdasarkan Profil Klinis, Angiografis, dan Inflamasi (Dibimbing oleh Irawan Yusuf, Muzakkir Amir, dan Abdul Hakim Alkatiri) Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi efektivitas ticagrelor dibandingkan clopidogrel terhadap karakteristik angiografi, agregasi platelet, biomarker inflamasi, serta kualitas hidup pada pasien STEMI yang menjalani primary PCI di Makassar, Indonesia. Penyakit jantung koroner merupakan penyebab lebih dari 9 juta kematian global pada tahun 2021. Sindroma Koroner Akut (SKA), salah satu spektrum penyakit ini, ditangani dengan dual antiplatelet therapy (DAPT) yang umumnya menggunakan P2Y12 receptor inhibitor seperti clopidogrel dan ticagrelor. Namun, efektivitas keduanya pada pasien SKA khususnya STEMI yang menjalani primary PCI masih menjadi perdebatan. Penelitian ini menggunakan desain observasional dengan pendekatan kohort prospektif, melibatkan pasien STEMI yang menjalani primary PCI di Pusat Jantung Terpadu RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo, Makassar, pada periode Februari 2024–April 2025. Analisis data dilakukan menggunakan SPSS versi 28, R Studio, dan GraphPad dengan uji statistik sesuai distribusi dan jenis data. Nilai signifikansi ditetapkan pada p < 0,05. Dari 140 pasien (ticagrelor = 68, clopidogrel = 72), kelompok ticagrelor memiliki rerata usia lebih muda (53,4 ± 9,2 vs 57,5 ± 10,2 tahun; p = 0,014) dengan perbedaan bermakna pada tekanan diastolik, saturasi oksigen, keluhan nyeri, dan kelelahan. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan perbedaan bermakna pada Hb, HCT, PDW, serta hs-Troponin I. Biomarker inflamasi intrakoroner lebih tinggi pada ticagrelor (IL-6 p = 0,028; hs-CRP p = 0,003). Namun, penurunan signifikan IL-6 perifer dan stabilitas hs-CRP lebih konsisten ditemukan pada clopidogrel. Agregasi trombosit lebih rendah pada ticagrelor (p < 0,0001). Lesi bifurkasi non-LM lebih sering pada clopidogrel, sedangkan stenosis berat lebih dominan pada ticagrelor. Perbaikan TIMI flow dan MBG serupa pada kedua kelompok tanpa perbedaan antar kelompok. Secara keseluruhan, dapat disimpulkan bahwa ticagrelor memberikan hambatan agregasi trombosit dan kontrol inflamasi lebih baik dibandingkan clopidogrel, dengan angka reperfusi angiografi yang sebanding. Namun, penggunaan ticagrelor berhubungan dengan risiko perdarahan minor yang lebih tinggi, tanpa perbedaan bermakna pada mortalitas dan kejadian MACE. Kata kunci: STEMI, clopidogrel, ticagrelor, intervensi koroner perkutan
| Item Type: | Thesis (Disertasi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kata kunci: STEMI, clopidogrel, ticagrelor, intervensi koroner perkutan |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Depositing User: | Nasyir Nompo |
| Date Deposited: | 06 Apr 2026 06:19 |
| Last Modified: | 06 Apr 2026 06:19 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/54953 |
