HUBUNGAN PEMBERIAN LACTOBACILLUS REUTERI DSM 17938 DENGAN KADAR OKSITOSIN, KORTISOL DAN DERAJAT KEPARAHAN GANGGUAN SPEKTRUM AUTISME PADA ANAK = Correlation Lactobacillus reuteri DSM 17938 Intervention with Levels of Oxytocin, Cortisol and Severity of Autism Spectrum Disorders in Children


SUPIT, DIANE MEYTHA (2025) HUBUNGAN PEMBERIAN LACTOBACILLUS REUTERI DSM 17938 DENGAN KADAR OKSITOSIN, KORTISOL DAN DERAJAT KEPARAHAN GANGGUAN SPEKTRUM AUTISME PADA ANAK = Correlation Lactobacillus reuteri DSM 17938 Intervention with Levels of Oxytocin, Cortisol and Severity of Autism Spectrum Disorders in Children. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
C013212001-gv29qtphL7bl6VRU-20251008160506.jpg

Download (295kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
C013212001-1-2.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
C013212001-dp.pdf

Download (370kB)
[thumbnail of Full text] Text (Full text)
C013212001-full.pdf
Restricted to Repository staff only until 6 October 2027.

Download (3MB)

Abstract (Abstrak)

DIANE MEYTHA SUPIT. Hubungan Pemberian Lactobacillus reuteri DSM 17938 dengan Kadar Oksitosin, Kortisol dan Derajat Keparahan Gangguan Spektrum Autisme pada Anak (dibimbing oleh Aidah Juliaty A. Baso, Martira Maddeppungeng, dan Bahrul Fikri). Latar belakang: Penelitian ini bertujuan untuk mengukur efek dan mekanisme suplementasi probiotik Lactobacillus reuteri DSM 17938 yang diberikan selama 8 minggu dalam meningkatkan kadar oksitosin dan menurunkan kadar kortisol, memperbaiki derajat keparahan gangguan spektrum autisme pada anak yang diukur dengan menggunakan skor CARS (Childhood Autism Rating Scale). Gangguan spektrum autisme (GSA) adalah penyimpangan perkembangan saraf yang kompleks dan bersifat multifaktorial yang ditandai oleh adanya gangguan komunikasi sosial atau interaksi sosial, perilaku restriktif (terbatas) dan repetitif (berulang-ulang) dengan angka kejadian semakin meningkat dari tahun ke tahun. Penelitian pemberian Lactobacillus reuteri pada anak dengan GSA sudah banyak dilakukan, tetapi strain Lactobacillus reuteri DSM 17938 yang sedia di Indonesia belum pernah dilakukan. Demikian juga pemberian Lactobacillus reuteri DSM 17938 dihubungkan dengan kadar oksitosin dan kortisol dalam darah yang merupakan kunci neuromodulator dari respon biologi dan perilaku yang menunjukkan efek kerja yang sinergis, dimana berimplikasi pada profil neuropatologi pada GSA. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian equivalent group design, double blind randomized controlled trial, dengan 2 kelompok anak dengan GSA yaitu 32 anak diberikan probiotik Lactobacillus reuteri DSM 17938 dan 32 anak diberikan plasebo sebagai kontrol selama 8 minggu. Sebelum dan sesudah pemberian dilakukan penilaian derajat keparahan GSA, pemeriksaan kadar oksitosin dan kortisol. Parameter menilai derajat keparahan GSA dengan menggunakan skor CARS. Hasil: Kelompok intervensi mengalami penurunan skor CARS secara signifikan dibandingkan dengan kelompok kontrol (p<0,001). Terdapat peningkatan kadar oksitosin dan penurunan yang signifikan pada kadar kortisol setelah pemberian Lactobacillus reuteri DSM 17938 (p=0,020). Kesimpulan: Penurunan Skor CARS, peningkatan kadar oksitosin dan penurunan kadar kortisol pada pemberian probiotik Lactobacillus reuteri DSM 17938 pada anak dengan GSA bermakna dalam menurun derajat keparahan GSA sehingga dapat menjadi tatalaksana terapeutik tambahan untuk anak dengan GSA. Kata kunci: autisme, probiotik, Lactobacilus reuteri DSM 17938, oksitosin, kortisol, CARS

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Kata kunci: autisme, probiotik, Lactobacilus reuteri DSM 17938, oksitosin, kortisol, CARS
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Kedokteran > Ilmu Kedokteran
Depositing User: Nasyir Nompo
Date Deposited: 06 Apr 2026 01:46
Last Modified: 06 Apr 2026 01:46
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/54935

Actions (login required)

View Item
View Item