EDYSON, EDYSON (2025) EFEK KOMBINASI JUS BUAH KASTURI(Mangifera casturi), VITAMIN E DAN DHA TERHADAP EKSPRESI mRNA GEN IL-6 DAN IL-10, KADAR IL-6 DAN IL-10 PADA INFLAMASI PARU TIKUS (Rattus norvegicus) AKIBAT PAPARAN DEBU BATU BARA = EFFECT OF KASTURI FRUIT (Mangifera casturi) JUICE, VITAMIN E AND DHA COMBINATION ON IL6 AND IL10 GENE mRNA EXPRESSION, LEVELS ON IL6 AND IL10 IN LUNG INFLAMMATION OF RATS (Rattus norvegicus) DUE TO COAL DUST EXPOSURE. Disertasi thesis, Universitas Hasanuddin.
C013182022-AbLFQ1JGBWvyua6p-20250522211456.jpg
Download (378kB) | Preview
C013182022-1-2.pdf
Download (1MB)
C013182022-dp.pdf
Download (1MB)
C013182022-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 9 April 2027.
Download (11MB)
Abstract (Abstrak)
Efek Kombinasi Jus Buah Kasturi (Mangifera casturi), Vitamin E Dan DHA Terhadap Ekspresi mRNA Gen IL-6 Dan lL-10, Kadar IL-6 Dan IL-10 Pada Inflamasi Paru Tikus (Rattus norvegicus) Akibat Paparan Debu Batu Bara (dibimbing oleh Rosdiana Natzir, Subehan dan Arif Santoso) Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh kombinasi jus buah Kasturi, vitamin E dan DHA pada kasus polutan batu bara dengan meneliti gambaran histopatologi paru, ekspresi mRNA gen IL-6 dan IL-10 beserta kadar IL-6 dan IL-10. Penelitian dilakukan pada tikus putih (Rattus novergicus) yang dipapar debu batu bara 10 PM diberikan 25 mg/hari/m3 dalam waktu 1 jam per hari lalu diberi kombinasi jus buah Kasturi (dosis 7,8 mg/kg berat badan/hari dilarutkan 2 ml H2O), vitamin E (dosis 22 mg/kg berat badan/hari) dan DHA (dosis 60 g/kg berat badan/hari) dan penelitian dilakukan selama 14 hari. Hewan coba dikelompokan menjadi 5 kelompok, kelompok 1 adalah (kontrol) tanpa dipapar debu batu bara dan tanpa suplemen, kelompok 2 adalah dipapar debu batu bara tanpa suplemen, kelompok 3 adalah dipapar debu batu bara lalu diberi jus buah Kasturi dan vitamin E, kelompok 4 adalah dipapar debu batu bara lalu diberi DHA, dan kelompok 5 adalah dipapar debu batu bara lalu diberi jus buah Kasturi, vitamin E dan DHA. Dengan metode post only control design dilakukan pemeriksaan gambaran histopatologi paru melalui skor kerusakan jaringan paru, ekspresi mRNA gen melalui RTPCR dan kadar IL-6 sebagai parameter proinflamasi dan IL-10 sebagai antiinflamasi melalui ELISA. Dilakukan uji statistic: homogenitas, normalitas, one way anova, Kruskal-Wallis dan Mann-Whitney dengan SPSS 25.0 dan %uF061= 0,05. Hasil penelitian menunjukkan gambaran histopatologi dengan rerata skor kelompok 1 penebalan dinding septum (PDS = 0,00 � 0,00) inflamasi (I = 0,00 � 0,00) nekrosis (N = 0,00 � 0,00), kelompok 2 (PDS = 2,20 � 0,45) (I = 2,00 � 0,71) (N = 0,60 � 0,55), kelompok 3 (PDS = 1,80 � 0,84) (I = 1,40 � 1,14) (N = 0,40 � 0,55), kelompok 4 (PDS = 1,20 � 1,10) (I = 0,20 � 1,10) (N = 0,00 � 0,00) dan kelompok 5 (PDS = 1,20 � 1,30) (I = 0,40 � 0,55) (N = 0,00 � 0,00). Pada rerata ekspresi mRNA gen IL-6 diperoleh kelompok 1 adalah 6,486 � 0,272, kelompok 2 adalah 11,027 � 0,183, kelompok 3 adalah 8,520 � 0,187, kelompok 4 adalah 9,096 � 0,103 dan kelompok 5 adalah 7,806 �0,122. Pada rerata kadar IL-6 diperoleh kelompok 1 adalah 52,16 � 3,02 pg/ml, kelompok 2 adalah 106,48 � 3,07 pg/ml, kelompok 3 adalah 81,32 � 2,48 pg/ml, kelompok 4 adalah 88,73 � 1,99 pg/ml dan kelompok 5 adalah 64,76 � 2,57 pg/ml. Uji statistik pada IL-6 ditemukan perbedaan yang bermakna antar kelompok. Pada rerata ekspresi mRNA gen IL 10 diperoleh kelompok 1 adalah 8,515 � 0,258, kelompok 2 adalah 6,669 � 0,305, kelompok 3 adalah 7,883 � 0,107, kelompok 4 adalah 7,532 � 0,068 dan kelompok 5 adalah 8,344 � 0,134. Pada rerata kadar IL-10 diperoleh kelompok 1 adalah 876,76 � 53,80 pg/ml, kelompok 2 adalah 584,40 � 56,65 pg/ml, kelompok 3 adalah 846,51 � 13,81 pg/ml, kelompok 4 adalah 775,25 � 24,15 pg/ml dan kelompok 5 adalah 865,17 � 25,92 pg/ml. Uji statistik pada IL-10 ditemukan perbedaan yang bermakna antar kelompok, kecuali pada ekspresi mRNA gen IL-10 kelompok 1 dengan 5 (p>0,05), kelompok 3 dengan 4 (p> 0,05), pada kadar IL-10 kelompok 1 dengan 3 (p>0,05), kelompok 1 dengan 5 (p>0,05) dan kelompok 3 dengan 4 (p>0,05). Kesimpulan penelitian ini pada kelompok dipapar debu batu bara lalu diberi kombinasi jus buah Kasturi, vitamin E dan DHA ditemukan gambaran histopatologi kerusakan jaringan paru lebih ringan dibandingkan dengan kelompok lain yang dipapar debu batu bara. Pada kelompok dipapar debu batu bara lalu diberi kombinasi jus buah Kasturi, vitamin E dan ditemukan ekspresi mRNA gen IL-6 dan kadar IL-6 terendah dibandingkan dengan kelompok lain yang dipapar debu batu bara. Pada kelompok dipapar debu batu bara lalu diberi kombinasi jus buah Kasturi, vitamin E dan DHA ditemukan ekspresi mRNA gen IL-10 dan kadar IL-10 tertinggi dibandingkan dengan kelompok lain yang dipapar debu batu bara.
| Item Type: | Thesis (Disertasi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kata kunci: jus buah Kasturi, vitamin E, DHA, ekspresi mRNA gen, kadar,IL-6, IL-10, debu batu bara |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kedokteran > Ilmu Kedokteran |
| Depositing User: | Nasyir Nompo |
| Date Deposited: | 02 Apr 2026 02:50 |
| Last Modified: | 02 Apr 2026 02:50 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/54912 |
