BAHARUDDIN, NISWA KRISTINA (2025) PERAN BIDANG HUBUNGAN MASYARAKAT KEPOLISIAN DAERAH PAPUA BARAT DALAM MEMBANGUN PERSEPSI POSITIF DI MASYARAKAT (SUATU KAJIAN SOSIOLOGI HUKUM) = THE ROLE OF THE PUBLIC RELATIONS DIVISION OF THE WEST PAPUA REGIONAL POLICE IN BUILDING POSITIVE PERCEPTIONS IN SOCIETY (A LEGAL SOCIOLOGY STUDY). Thesis thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR.
B012232102-FDwX6gVr4YaMyTU8-20260105121919.jpg
Download (452kB) | Preview
B012232102-1-2.pdf
Download (301kB)
B012232102-dp.pdf
Download (163kB)
B012232102-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 1 April 2027.
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
ABSTRAK NISWA KRISTINA BAHARUDDIN (B012232102) “Peran Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Papua Barat Dalam Membangun Persepsi Positif Di Masyarakat (Suatu Kajian Sosiologi Hukum)” (Suatu Kajian Sosiologi Hukum)”, dibimbing oleh Ratnawati sebagai pembimbing. Latar Belakang Masalah Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Papua Barat memiliki peranan penting dalam membangun persepsi positif di masyarakat. Hal ini terjadi karena kurangnya tingkat kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian. Tujuan, penelitian Untuk itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan persepsi negatif terhadap kepolisian oleh masyarakat di Papua Barat dalam perspektif sosiologi hukum dan strategi dan sosialisasi yang dilakukan Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Papua Barat dalam Membangun Persepsi Positif di masyarakat. Metode, penelitian ini merupakan penelitian normatif empiris dengan pendekatan penelitian hukum yang menggabungkan pendekatan normatif dan empiris. Analisis data dilakukan secara kualitatif dan disajikan secara deskriptif. Hasil, penelitian ini menunjukkan bahwa faktor yang menyebabkan persepsi negatif terhadap kepolisian oleh masyarakat di Papua Barat diantaranya faktor hukum dimana terdapat ketidakadilan dalam penegakan hukum, ketimpangan perlakuan terhadap masyarakat adat, serta lemahnya transparansi dan akuntabilitas aparat dalam menangani kasus-kasus yang melibatkan oknum aparat penegak hukum, Faktor Sarana dan Prasarana seperti kurangnya infrastruktur kepolisian di daerah terpencil, minimnya akses informasi, serta fasilitas pelayanan hukum yang tidak memadai, faktor budaya yang mencakup ketidaksensitifan aparat terhadap nilai-nilai lokal, perbedaan bahasa dan cara komunikasi, serta sikap represif yang tidak sesuai dengan pendekatan kultural masyarakat adat Papua Barat dan faktor masyarakat, yaitu rendahnya literasi hukum dan pengaruh kuat dari opini publik dan media sosial terhadap persepsi kolektif masyarakat terhadap kepolisian. Kesimpulan, strategi dan sosialisasi yang dilakukan Humas Polda Papua Barat dalam membangun persepsi positif masyarakat tidak hanya berfokus pada pencitraan, tetapi mencakup pendekatan komunikatif, edukatif, partisipatif, kultural, dan kolaboratif. Keberhasilan ini sangat bergantung pada konsistensi, kepekaan budaya, serta keterlibatan aktif masyarakat lokal sebagai mitra sejajar dalam menciptakan keamanan dan kepercayaan sosial.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Peran Hubungan Masyarakat, Komunikasi Publik, Humas Polri |
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Hukum > Ilmu Hukum |
| Depositing User: | - Andi Anna |
| Date Deposited: | 01 Apr 2026 03:15 |
| Last Modified: | 01 Apr 2026 03:15 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/54866 |
