UKE, WAODE ANITA WULANDURI (2025) ANALISIS RADIOLOGI BENTUK KEPALA KONDILUS, KEDALAMAN FOSSA GLENOIDALIS, DAN INKLINASI EMINENSIA ARTIKULARIS PADA POPULASI DEWASA NORMAL SUKU BUGIS, MAKASSAR, DAN TORAJA MELALUI RADIOGRAF PANORAMIK = “Radiological Analysis of Condylar Head Morphology, Glenoid Fossa Depth, and Articular Eminence Inclination in Normal Adult Populations of Bugis, Makassar, and Toraja Ethnic Groups Using Panoramic Radiographs”. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.
J075222001-Cover.jpeg
Download (253kB) | Preview
J075222001-1-2(FILEminimizer).pdf
Download (418kB)
J075222001-dp(FILEminimizer).pdf
Download (119kB)
J075222001-fulll(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 16 March 2028.
Download (2MB)
Abstract (Abstrak)
WAODE ANITA WULANDURI UKE. ANALISIS RADIOLOGI BENTUK KEPALA KONDILUS, KEDALAMAN FOSSA GLENOIDALIS, DAN INKLINASI EMINENSIA ARTIKULARIS PADA POPULASI DEWASA NORMAL SUKU BUGIS, MAKASSAR, DAN TORAJA MELALUI RADIOGRAF PANORAMIK (Dibimbing oleh Barunawaty Yunus dan Fadhlil Ulum A. Rahman) LatarBelakang: Sendi temporomandibular (TMJ) merupakan struktur kraniofasial kompleks yang berperan penting dalam fungsi mastikasi, bicara, dan pergerakan mandibula. Variasi morfologi TMJ, meliputi bentuk kepala kondilus, kedalaman fossa glenoidalis, dan inklinasi eminensia artikularis, dapat dipengaruhi oleh faktor genetik, lingkungan, serta pola fungsional orofasial. Namun, data morfometrik berbasis suku di Indonesia, khususnya pada suku Bugis, Makassar, dan Toraja, masih sangat terbatas sehingga diperlukan penelitian yang dapat memberikan gambaran anatomi TMJ yang representatif pada populasilokal.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk kepala kondilus, kedalaman fossa glenoidalis, dan inklinasi eminensia artikularis pada populasi dewasa suku Bugis, Makassar, dan Toraja, serta mengevaluasi perbedaan dan hubungan variabel tersebut berdasarkan suku, usia, dan jenis kelamin menggunakan radiograf panoramik. Metode: Penelitian ini merupakan studi analitik observasional dengan desain potong lintang. Sebanyak 635 radiograf panoramik dewasa berusia 18–60 tahun yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis menggunakan perangkat lunak Ez3D-i. Bentuk kepala kondilus diklasifikasikan ke dalam enam tipe (ovoid, angled, flat, crooked finger, bifid, mixed). Kedalaman fossa glenoidalis dan inklinasi eminensia artikularis diukur secara linear dan angular menggunakan metode best-fit line. Analisis statistik meliputi Chi-Square/Fisher Exact Test, ANOVA/Kruskal–Wallis, dan uji Mann–Whitney dengan tingkat signifikansi p< 0.05. Hasil: Bentuk kepala kondilus yang paling banyak ditemukan pada seluruh suku adalah tipe ovoid (73–78%). Tidak terdapat perbedaan signifikan antar suku untuk bentuk kepala kondilus baik di sisi kanan (p = 0,368) maupun kiri (p = 0,467). Rerata kedalaman fossa glenoidalis berada pada kisaran 5,3–5,6 mm pada kedua sisi dan tidak menunjukkan perbedaan bermakna antar suku (p > 0,05). Rerata inklinasi eminensia artikularis kanan berkisar 55,30°–55,72° dan sisi kiri 50,99°–52,87°, juga tanpa perbedaan signifikan antar suku (p > 0,05). Analisis berdasarkan jenis kelamin dan usia menunjukkan bahwa seluruh variabel morfometrik tidak memperlihatkan perbedaan signifikan (p > 0,05), kecuali inklinasi eminensia artikularis kiri pada suku Bugis dan Makassar yang menunjukkan perubahan sesuai kelompok usia. Kesimpulan : Morfologi TMJ pada suku Bugis, Makassar, dan Toraja menunjukkan pola anatomi yang serupa, ditandai dengan dominasi bentuk kondilus ovoid, kedalaman fossa glenoidalis kategori moderat, dan inklinasi eminensia artikularis dalam rentang fisiologis normal. Faktor usia dan jenis kelamin tidak memengaruhi variasi morfometrik TMJ secara signifikan. Temuan ini dapat digunakan sebagai data normatif lokal untuk keperluan diagnostik dan perencanaan perawatan ortodontik, prostodontik, serta manajemen gangguan TMJ pada populasi Sulawesi Selatan.
Kata kunci: kondilus mandibula, fossa glenoidalis, eminensia artikularis, radiografi panoramik, TMJ, Bugis, Makassar, Toraja.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Mandibular condyle, glenoid fossa depth, articular eminence inclination, panoramic radiography, TMJ morphology, Bugis, Makassar, Toraja. |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kedokteran > PPDS Ilmu Radiologi |
| Depositing User: | S.Sos Rasman - |
| Date Deposited: | 27 Mar 2026 06:24 |
| Last Modified: | 27 Mar 2026 06:24 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/54757 |
