ANALISIS WILLINGNESS TO PAY (WTP) UNTUK WILAYAH KONSERVASI DAN KEBERLANJUTAN EKOWISATA MANGROVE DI DESA BALANG BARU KABUPATEN JENEPONTO = ANALYSIS OF WILLINGNESS TO PAY (WTP) FOR CONSERVATION AREAS AND THE SUSTAINABILITY OF MANGROVE ECOTOURISM IN BALANG BARU VILLAGE, JENEPONTO REGENCY


KAMARUDDIN, MUHAMMAD ALIF (2025) ANALISIS WILLINGNESS TO PAY (WTP) UNTUK WILAYAH KONSERVASI DAN KEBERLANJUTAN EKOWISATA MANGROVE DI DESA BALANG BARU KABUPATEN JENEPONTO = ANALYSIS OF WILLINGNESS TO PAY (WTP) FOR CONSERVATION AREAS AND THE SUSTAINABILITY OF MANGROVE ECOTOURISM IN BALANG BARU VILLAGE, JENEPONTO REGENCY. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of COVER]
Preview
Image (COVER)
L011211057-6zCtq8ROcbeh2WVY-20260115131849.jpg

Download (361kB) | Preview
[thumbnail of BAB 1-2] Text (BAB 1-2)
L011211057-1-2.pdf

Download (429kB)
[thumbnail of DAPUS] Text (DAPUS)
L011211057-dp.pdf

Download (173kB)
[thumbnail of FULL TEXT] Text (FULL TEXT)
L011211057-full.pdf
Restricted to Repository staff only until 20 October 2027.

Download (2MB)

Abstract (Abstrak)

Latar belakang. Ekosistem mangrove memiliki nilai ekologis dan ekonomi tinggi serta berperan penting dalam mitigasi perubahan iklim, perlindungan pantai, dan pemberdayaan masyarakat melalui ekowisata. Namun, degradasi mangrove masih terjadi akibat aktivitas manusia. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesediaan masyarakat membayar (Willingness to Pay/WTP) terhadap konservasi dan keberlanjutan ekowisata mangrove di Desa Balang Baru, Kabupaten Jeneponto, serta mengidentifikasi faktor-faktor sosial ekonomi yang memengaruhinya. Metode. Penelitian ini menggunakan metode Contingent Valuation Method (CVM) dengan pendekatan kuantitatif melalui penyebaran kuesioner kepada 150 responden. Analisis regresi linear berganda digunakan untuk mengetahui pengaruh usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, dan pendapatan terhadap nilai WTP. Hasil. Penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berusia 41–50 tahun (46%), berprofesi sebagai petani (35,33%) dan nelayan (24,67%). Sebagian besar berpendidikan SD (38%) dan tidak memiliki pendidikan formal (28,67%), serta berpenghasilan Rp1.000.000–Rp3.000.000 per bulan (42%). Sebanyak 83% responden bersedia atau mungkin bersedia berdonasi, dengan rata-rata WTP sebesar Rp69.800 per orang per tahun. Sebanyak 60% responden memilih metode donasi satu kali (tahunan), dan 92% menyatakan kesediaan berdonasi di bawah Rp100.000. Hasil regresi menunjukkan bahwa hanya pendidikan yang berpengaruh signifikan terhadap nilai WTP (p < 0,001), sedangkan variabel lainnya tidak signifikan. Kesimpulan. Temuan ini menunjukkan bahwa pendidikan berperan penting dalam membentuk kesadaran ekologis masyarakat. Meskipun nilai WTP tergolong rendah, tingginya partisipasi mencerminkan potensi besar konservasi berbasis masyarakat. Oleh karena itu, strategi pengelolaan ekowisata perlu diarahkan pada pendekatan partisipatif dan edukatif.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Desa Balang Baru; ekowisata; mangrove; konservasi; willingness to pay
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > GC Oceanography
Divisions (Program Studi): Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan > Ilmu Kelautan
Depositing User: Unnamed user with username pkl2
Date Deposited: 25 Mar 2026 05:22
Last Modified: 25 Mar 2026 05:22
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/54714

Actions (login required)

View Item
View Item