KONDISI DAN MORFOMETRIK LAMUN Thalassia hemprichii DI PULAU SARAPPOLOMPO KABUPATEN PANGKAJENE KEPULAUAN = Condition and Morphometrics of the Seagrass Thalassia hemprichii on Sarappolompo Island, Pangkajene and Islands Regency


PAUNDANAN, IRENE HYGEA (2026) KONDISI DAN MORFOMETRIK LAMUN Thalassia hemprichii DI PULAU SARAPPOLOMPO KABUPATEN PANGKAJENE KEPULAUAN = Condition and Morphometrics of the Seagrass Thalassia hemprichii on Sarappolompo Island, Pangkajene and Islands Regency. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of COVER]
Preview
Image (COVER)
L011211043-ucI63ZQHn7gBKT8J-20260121144420.jpeg

Download (215kB) | Preview
[thumbnail of BAB 1-2] Text (BAB 1-2)
L011211043-1-2.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of DAPUS] Text (DAPUS)
L011211043-dp.pdf

Download (312kB)
[thumbnail of FULL TEXT] Text (FULL TEXT)
L011211043-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 19 January 2028.

Download (7MB)

Abstract (Abstrak)

Lamun merupakan tumbuhan berbunga (angiospermae) yang hidup terdendam di perairan laut dangkal dan memiliki peranan penting dalam ekosistem pesisir. Salah jenis lamun yang dikenal sebagai spesies lamun yang sering ditemukan wilayah Indo-Pasifik merupakan Thalassia hemprichii. Kajian morfometrik berfokus pada karakter morfologi spesies yang hidup di suatu wilayah tertentu. Karakteristik morfometrik lamun Thalassia hemprichii, seperti panjang dan lebar daun, panjang internode, serta jumlah dan panjang akar, dapat digunakan sebagai indikator terhadap perubahan faktor lingkungan perairan. Variasi dan sebaran morfometrik yang ditemukan merupakan bentuk adaptasi terhadap kondisi lingkungan fisik tempat spesies tersebut berkembang. Tujuan dari Penelitian ini adalah mengetahui kondisi padang lamun, mengetahui karakteristik morfometrik lamun T. hemprichii, dan mengetahui pengaruh parameter lingkungan terhadap morfometrik lamun T. hemprichii di Pulau Sarappolompo, Kab. Pangkajene Kepulauan. Pengambilan sampel lamun T. hemprichii dilakukan dengan menggunakan transek kuadran 50x50 . Pengambilan sampel lamun dilakukan pada setiap stasiun, tiap stasiun dibentangkan 3 transek garis sepanjang 100 meter, dengan jarak antar transek 10 m. Penempatan plot dilakukan secara berturut-turut pada 0 meter, 60 meter, dan 100 meter. Pengambilan sampel lamun dengan cara digali sampai akarnya dengan menggunakan skop secara hati-hati agar akarnya tidak terputus. Lamun yang diambil sebanyak 50 tegakan, sehingga total sebanyak 150 tegakan dari setiap stasiun. Analisis data yang gunakan adalah metode uji statistik One Way ANOVA, analisis Principal Component Analysis (PCA), dan uji Regresi Linear. Hasil penelitian menunjukkan bahwa T. hemprichii. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik morfometrik T. hemprichii memperlihatkan variasi antarstasiun yang dipengaruhi oleh perbedaan kondisi lingkungan. Hasil analisis PCA menunjukkan bahwa parameter lingkungan seperti suhu, salinitas, kecepatan arus, dan tinggi gelombang memiliki pengaruh signifikan terhadap rasio panjang dan lebar daun, rasio panjang internode dan diameter rhizoma, serta jumlah akar dan leafscar. Sementara itu, panjang akar dan panjang interode dipengaruhi oleh kedalaman perairan. Secara keseluruhan, morfometrik lamun T. hemprichii di Pulau Sarappolompo mencerminkan respons adaptif terhadap variasi kondisi lingkungan lokal. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam upaya pengelolaan dan konservasi ekosistem lamun di wilayah pesisir.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Lamun; Thalassia hemprichii; morfometrik; parameter lingkungan; analisis PCA; pulau Sarappolompo
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > GC Oceanography
Divisions (Program Studi): Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan > Ilmu Kelautan
Depositing User: Unnamed user with username pkl2
Date Deposited: 25 Mar 2026 05:25
Last Modified: 25 Mar 2026 05:25
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/54713

Actions (login required)

View Item
View Item