PERENCANAAN PEMELIHARAAN MESIN KILN V DENGAN METODE RELIABILITY CENTERED MAINTENANCE (RCM) DAN FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS (FMEA) (STUDI KASUS : PT SEMEN TONASA) = Maintenance Planning of Kiln V Using Reliability Centered Maintenance (RCM) and Failure Mode and Effect Analysis (FMEA): A Case Study at PT Semen Tonasa


MICHELLE YT, MAUREEN (2025) PERENCANAAN PEMELIHARAAN MESIN KILN V DENGAN METODE RELIABILITY CENTERED MAINTENANCE (RCM) DAN FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS (FMEA) (STUDI KASUS : PT SEMEN TONASA) = Maintenance Planning of Kiln V Using Reliability Centered Maintenance (RCM) and Failure Mode and Effect Analysis (FMEA): A Case Study at PT Semen Tonasa. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of COVER]
Preview
Image (COVER)
D071211061-fJU0Bd6NLDrGIA7x-20260120032908.png

Download (187kB) | Preview
[thumbnail of BAB 1-2] Text (BAB 1-2)
D071211061-1-2.pdf

Download (768kB)
[thumbnail of DAPUS] Text (DAPUS)
D071211061-dp.pdf

Download (192kB)
[thumbnail of FULL TEXT] Text (FULL TEXT)
D071211061-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 17 September 2027.

Download (2MB)

Abstract (Abstrak)

Industri semen memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi nasional, sehingga efektivitas dan keandalan proses produksinya harus dijaga secara optimal. Salah satu peralatan utama yang menentukan kontinuitas produksi adalah rotary kiln, di mana komponen kritis seperti tyre dan support roller menjadi penyumbang utama downtime di PT Semen Tonasa Unit V. Kondisi ini menuntut strategi pemeliharaan yang lebih terstruktur dan berbasis risiko. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sistem kritis pada mesin kiln berdasarkan data operasional dan downtime, menganalisis keandalan komponen kritis melalui pendekatan distribusi Time To Failure (TTF) dan Time To Repair (TTR), serta merancang strategi pemeliharaan preventif dengan mengintegrasikan Reliability Centered Maintenance (RCM), Failure Mode and Effect Analysis (FMEA), dan Fault Tree Analysis (FTA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa komponen tyre mengikuti distribusi TTR normal dengan nilai MTTR 260,98 jam dan distribusi TTF weibull dengan MTTF 7.529,29 jam, dengan reliabilitas 34,3% pada umur rata-rata. Strategi pemeliharaan yang sesuai adalah Condition Directed Task (CDT) dengan interval inspeksi 20 hari. Sementara itu, support roller mengikuti distribusi TTR Weibull dengan MTTR 311 jam dan distribusi TTF lognormal dengan MTTF 1.124,3 jam, dengan reliabilitas 31,7%. Komponen ini lebih tepat ditangani dengan Time Directed Task (TDT) dengan interval inspeksi 19 hari. Temuan ini menegaskan bahwa penerapan RCM yang dipadukan dengan FMEA dan FTA mampu memberikan kerangka pemeliharaan berbasis risiko yang lebih efektif. Implementasi strategi ini diharapkan dapat mengurangi downtime tak terjadwal, meningkatkan efisiensi operasional, serta menjaga keberlangsungan proses produksi kiln secara berkelanjutan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: KODEPRODI26201#TEKNIK INDUSTRI - S1
Subjects: H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor
Divisions (Program Studi): Fakultas Teknik > Teknik Industri
Depositing User: Unnamed user with username pkl2
Date Deposited: 11 Mar 2026 03:49
Last Modified: 11 Mar 2026 03:49
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/54620

Actions (login required)

View Item
View Item