HUBUNGAN KONSUMSI DIET RENDAH PROTEIN DENGAN TINGKAT FUNGSI GINJAL PADA PASIEN DENGAN DIABETES MELLITUS DI PUSKESMAS BONTONOMPO II KABUPATEN GOWA = THE RELATIONSHIP BETWEEN LOW-PROTEIN DIET CONSUMPTION AND KIDNEY FUNCTION LEVELS IN PATIENTS WITH DIABETES MELLITUS AT THE BONTONOMPO II COMMUNITY HEALTH CENTER, GOWA REGENCY


MADIKA, FENNY BUNTU (2025) HUBUNGAN KONSUMSI DIET RENDAH PROTEIN DENGAN TINGKAT FUNGSI GINJAL PADA PASIEN DENGAN DIABETES MELLITUS DI PUSKESMAS BONTONOMPO II KABUPATEN GOWA = THE RELATIONSHIP BETWEEN LOW-PROTEIN DIET CONSUMPTION AND KIDNEY FUNCTION LEVELS IN PATIENTS WITH DIABETES MELLITUS AT THE BONTONOMPO II COMMUNITY HEALTH CENTER, GOWA REGENCY. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of COVER]
Preview
Image (COVER)
R011221096-wRT9OpX3WHsuejFP-20260112144345.jpeg

Download (101kB) | Preview
[thumbnail of BAB 1-2] Text (BAB 1-2)
R011221096-1-2.pdf

Download (314kB)
[thumbnail of DAPUS] Text (DAPUS)
R011221096-dp.pdf

Download (193kB)
[thumbnail of FULL TEXT] Text (FULL TEXT)
R011221096-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 18 December 2027.

Download (3MB)

Abstract (Abstrak)

FENNY BUNTU MADIKA. Hubungan Konsumsi Diet Rendah Protein dengan Tingkat Fungsi Ginjal pada Pasien dengan Diabetes Mellitus di Puskesmas Bontonompo II Kabupaten Gowa (dibimbing oleh Andina Setyawati). Latar Belakang Diabetes Mellitus (DM) dapat menyebabkan nefropati diabetik, penyebab utama penyakit ginjal kronik. Fungsi ginjal dinilai melalui ureum, kreatinin, dan eGFR, sedangkan diet rendah protein direkomendasikan untuk mengurangi beban metabolik ginjal. Tujuan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan konsumsi diet rendah protein dengan tingkat fungsi ginjal pada pasien dengan diabetes mellitus di Puskesmas Bontonompo II Kabupaten Gowa. Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional dan cross-sectional, melibatkan 79 pasien DM peserta Prolanis yang dipilih menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data penelitian meliputi karakteristik responden (usia, jenis kelamin, lama menderita DM, tekanan darah), konsumsi protein harian (jumlah dan jenis), serta parameter fungsi ginjal (ureum, kreatinin, dan eGFR). Data diperoleh menggunakan Food Frequency Questionnaire (FFQ) yang dikonversi menjadi g/KgBB/hari dan lembar observasi laboratorium yang melampirkan hasil kadar ureum, kreatinin, dan eGFR (rumus MDRD). Analisis data direncanakan menggunakan analisis bivariat dengan uji korelasi Spearman. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien memiliki kadar ureum normal (87,3%), kreatinin dalam batas normal (92,4%) dan hasil eGFR (58,3%) . Analisis korelasi Spearman mengungkapkan adanya hubungan positif sedang yang signifikan antara konsumsi diet rendah protein dengan kadar ureum (r = 0,479), kreatinin (r = 0,478) serta hubungan negatif sedang dengan eGFR (r= -0,555) dengan p=0,000 (p<0,05). Temuan ini menegaskan bahwa asupan protein nabati yang rendah berkaitan dengan perubahan fungsi ginjal pada pasien DM, sehingga pengaturan diet rendah protein menjadi strategi penting untuk menjaga fungsi ginjal. Kesimpulan Konsumsi diet rendah protein berkorelasi dengan fungsi ginjal pada pasien diabetes mellitus, sehingga pemantauan asupan protein dan edukasi gizi tetap penting.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Diabetes Mellitus, Diet rendah Protein, Fungsi ginjal, Nefropati Diabetik
Subjects: R Medicine > RT Nursing
Divisions (Program Studi): Fakultas Keperawatan > Ilmu Keperawatan
Depositing User: Unnamed user with username pkl2
Date Deposited: 09 Mar 2026 02:25
Last Modified: 09 Mar 2026 02:25
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/54479

Actions (login required)

View Item
View Item