MR, UFAHIRA YASMIN. (2025) ANALISIS PENGALAMAN PERAWAT TERHADAP FATIGUE ALARM DI RUANG UNIT PERAWATAN INTENSIF = ANALYSIS OF NURSES’ EXPERIENCES WITH FATIGUE ALARM IN INTENSIVE CARE UNITS. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
R011221087-iaebBWntChp6TDIR-20260114155541.jpg
Download (435kB) | Preview
R011221087-1-2.pdf
Download (231kB)
R011221087-dp.pdf
Download (213kB)
R011221087-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 18 December 2027.
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
UFAHIRA YASMIN. MR. Analisis Pengalaman Perawat Terhadap Fatigue Alarm di Ruang Unit Perawatan Intensif. (dibimbing oleh Syahrul Ningrat, S.Kep., Ns., M.Kep., Sp.KMB). Latar Belakang: Fatigue alarm merupakan isu global yang sering terjadi di ruang perawatan intensif (ICU), ditandai dengan paparan alarm berlebihan yang sebagian besar berupa false alarm sehingga menurunkan kewaspadaan, meningkatkan risiko kesalahan klinis, serta berdampak pada keselamatan pasien dan kesejahteraan perawat. Penelitian sebelumnya menyoroti faktor-faktor seperti beban alarm berlebihan, pengaturan perangkat yang tidak efektif, beban kerja tinggi, dan burnout. Namun di Indonesia, kajian mengenai pengalaman subjektif perawat masih terbatas, padahal faktor budaya kerja, kondisi beban kerja, dan ketersediaan tenaga kesehatan dapat memperburuk fenomena ini. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi pengalaman perawat ICU terhadap fatigue alarm, mencakup persepsi, respons klinis, faktor lingkungan kerja, serta dampak psikologis dan operasional dari paparan alarm. Metode: Penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dilakukan terhadap tujuh perawat ICU yang direkrut melalui purposive sampling; wawancara mendalam semi-terstruktur dilaksanakan pada Oktober–November 2025, dan analisis data dilakukan secara tematik melalui transkripsi, pengkodean, kategorisasi, hingga pengembangan tema utama. Hasil: Penelitian ini menemukan empat tema utama terkait pengalaman perawat ICU terhadap fatigue alarm. Pertama, alarm dimaknai sebagai isyarat klinis yang menuntut pemeriksaan segera dan diferensiasi bunyi berdasarkan perangkat medis. Kedua, dinamika kerja menunjukkan bahwa alarm berulang mengganggu konsentrasi, menimbulkan kebingungan prioritas, serta memicu stres dan kelelahan mental. Ketiga, kondisi kerja seperti rasio perawat-pasien yang tidak seimbang, pola shift, keterbatasan pelatihan, dan ketiadaan SOP alarm memperburuk fatigue alarm. Keempat, perawat mengembangkan strategi koping individu, sosial, dan organisasi, serta memberikan edukasi kepada keluarga pasien untuk mengurangi kecemasan akibat bunyi alarm.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kata Kunci: Fatigue Alarm; Intensive Care Unit (ICU); Keselamatan pasien; Kesejahteraan perawat. |
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Keperawatan > Ilmu Keperawatan |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 09 Mar 2026 01:43 |
| Last Modified: | 09 Mar 2026 01:43 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/54473 |
