GAMBARAN PERILAKU MENYUSU BAYI BERAT BADAN LAHIR RENDAH (BBLR) 1–6 BULAN SETELAH PULANG DARI RUMAH SAKIT DI KOTA MAKASSAR = OVERVIEW OF BREASTFEEDING BEHAVIOR AMONG LOW BIRTH WEIGHT (LBW) INFANTS AGED 1–6 MONTHS AFTER DISCHARGE FROM THE HOSPITAL IN MAKASSAR CITY


MANGUMA, RARA MANUELA BORONG (2025) GAMBARAN PERILAKU MENYUSU BAYI BERAT BADAN LAHIR RENDAH (BBLR) 1–6 BULAN SETELAH PULANG DARI RUMAH SAKIT DI KOTA MAKASSAR = OVERVIEW OF BREASTFEEDING BEHAVIOR AMONG LOW BIRTH WEIGHT (LBW) INFANTS AGED 1–6 MONTHS AFTER DISCHARGE FROM THE HOSPITAL IN MAKASSAR CITY. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of COVER]
Preview
Image (COVER)
R011221047-5fFBcl8q7wNdYRhZ-20260109110234.jpg

Download (93kB) | Preview
[thumbnail of BAB 1-2] Text (BAB 1-2)
R011221047-1-2.pdf

Download (2MB)
[thumbnail of DAPUS] Text (DAPUS)
R011221047-dp.pdf

Download (115kB)
[thumbnail of FULL TEXT] Text (FULL TEXT)
R011221047-fullllll.pdf
Restricted to Repository staff only until 22 December 2027.

Download (2MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang: Bayi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas neonatal di Indonesia, dengan risiko gangguan tumbuh kembang, masalah nutrisi, dan komplikasi jangka panjang. Periode 1–6 bulan setelah pulang dari rumah sakit adalah fase kritis karena keberhasilan menyusu sangat menentukan pertumbuhan dan perkembangan bayi, sementara informasi tentang perilaku menyusu bayi BBLR setelah pulang dari rumah sakit di kota Makassar masih terbatas. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perilaku menyusu bayi BBLR usia 1–6 bulan setelah pulang dari rumah sakit di Kota Makassar. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif cross-sectional. Lokasi penelitian berada di Puskesmas Kassi-kassi, Antang, Sudiang, dan Kaluku Bodoa. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 1–25 November 2025 dengan jumlah sampel 71 bayi, BBLR yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan karakteristik orang tua (74,1%) berpendidikan menengah ke bawah dan (54,9%) berpendapatan di bawah UMR. Pada BBLR, mayoritas adalah perempuan (54,9%) dan lahir cukup bulan (56,3%). Sebanyak (53,6%) menunjukkan perilaku menyusu baik, dan BBLR menyusu secara langsung (85,6%). Pertumbuhan (BB/U, TB/U, LK/U) dan perkembangan mayoritas dalam kategori normal. Kesimpulan dan Saran: Sebagian besar bayi BBLR di Kota Makassar menunjukkan hasil positif dalam hal perilaku menyusu, nutrisi, pertumbuhan, dan perkembangan pada masa 1-6 bulan setelah pulang dari rumah sakit meskipun orang tua mereka berasal dari latar belakang pendidikan dan kondisi ekonomi yang terbatas. Penguatan pengetahuan gizi, pemantauan berkala, dan promosi ASI eksklusif 1-6 bulan diperlukan untuk mengoptimalkan pertumbuhan, perkembangan, dan perilaku menyusu BBLR.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: BBLR, Perilaku Menyusu, Nutrisi Bayi, Pertumbuhan, Perkembangan
Subjects: R Medicine > RT Nursing
Divisions (Program Studi): Fakultas Keperawatan > Ilmu Keperawatan
Depositing User: Unnamed user with username pkl2
Date Deposited: 06 Mar 2026 00:44
Last Modified: 06 Mar 2026 00:44
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/54443

Actions (login required)

View Item
View Item