FAUZIAH, MIFTAH (2025) HUBUNGAN SELF EFFICACY DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT ANTIRETROVIRAL PADA PASIEN HIV/AIDS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS JUMPANDANG BARU KOTA MAKASSAR = ASSOCIATION BETWEEN SELF EFFICACY AND ANTIRETROVIRAL MEDICATION ADHERENCE AMONG HIV/AIDS PATIENTS IN THE SERVICE AREA OF JUMPANDANG BARU HEALTH CENTER, MAKASSAR, INDONESIA. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
R011221039-5BDOK6ENsPg9XM8Z-20260105111351.jpg
Download (366kB) | Preview
R011221039-1-2.pdf
Download (538kB)
R011221039-dp.pdf
Download (485kB)
R011221039-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 15 December 2027.
Download (3MB)
Abstract (Abstrak)
Miftah Fauziah. Hubungan Self Efficacy Dengan Kepatuhan Minum Obat Antiretroviral Pada Pasien HIV/AIDS Di Wilayah Kerja Puskesmas Jumpandang Baru Kota Makassar (Dibimbing oleh Dr. Yuliana Syam, S.Kep., Ns., M.Si) Latar Belakang: HIV/AIDS adalah penyakit kronis yang memerlukan terapi antiretroviral (ARV) jangka panjang, dengan kepatuhan tinggi (minimal 95%) sebagai prasyarat utama keberhasilan pengobatan. Namun, ketidakpatuhan masih menjadi tantangan signifikan, yang berdampak pada kegagalan terapi dan peningkatan komplikasi. Faktor psikologis, terutama self efficacy (keyakinan diri), memiliki peran penting dalam memengaruhi kemampuan pasien mengelola regimen obat. Tujuan Penelitian: Diketahui hubungan self efficacy dengan kepatuhan minum obat antiretroviral pada pasien HIV/AIDS di wilayah kerja puskesmas jumpandang baru kota makassar. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel dipilih menggunakan teknik accidental sampling, dengan jumlah responden sebanyak 144 orang pasien HIV/AIDS yang menjalani terapi ARV. Self efficacy diukur menggunakan instrumen HIV-ASES, sedangkan kepatuhan dinilai menggunakan MMAS-8. Analisis hubungan dilakukan menggunakan uji statistik Spearman rho. Hasil: Mayoritas responden menunjukkan self efficacy tinggi dan tingkat kepatuhan yang baik terhadap pengobatan ARV. Analisis bivariat menunjukkan hubungan yang signifikan antara self efficacy dan kepatuhan minum obat (p < 0,05). Pasien dengan tingkat self efficacy tinggi cenderung menunjukkan kepatuhan lebih baik dalam menjalani terapi. Kesimpulan: Self efficacy memiliki hubungan bermakna dengan kepatuhan minum obat ARV. Self efficacy yang kuat berkontribusi pada peningkatan kedisiplinan pengobatan dan merupakan aspek penting yang perlu diperkuat melalui intervensi edukatif dan psikososial dalam mendukung keberhasilan terapi. Oleh karena itu, tenaga kesehatan diharapkan memperkuat edukasi dan pendampingan psikososial secara berkelanjutan untuk meningkatkan self efficacy pasien, serta mendorong penelitian selanjutnya menelaah faktor lain yang memengaruhi kepatuhan terapi ARV. Kata Kunci: Self efficacy, Kepatuhan Minum Obat, HIV/AIDS, ARV.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kata Kunci: Self efficacy, Kepatuhan Minum Obat, HIV/AIDS, ARV. |
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Keperawatan > Ilmu Keperawatan |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 06 Mar 2026 00:34 |
| Last Modified: | 06 Mar 2026 00:34 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/54434 |
