ULFA, MARIA (2026) Multiplikasi Tunas Pelawan Kepuh Tristaniopsis obovata Benn. Melalui Penambahan Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) Zeatin Secara In Vitro = Multiplication of Tristaniopsis obovata Benn. Shoots Through the Addition of Zeatin Plant Growth Regulator (PGR) In Vitro. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
H041221011-Cover.jpg
Download (360kB) | Preview
H041221011-1-2(FILEminimizer).pdf
Download (226kB)
H041221011-dp(FILEminimizer).pdf
Download (191kB)
H041221011-fulll(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 4 March 2028.
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang. Tristanipsis obovata Benn. merupakan spesies tanaman hutan yang memiliki potensi ekologis dan ekonomi, namun upaya perbanyakan secara konvensional melalui biji seringkali menemui hambatan seperti viabilitas benih yang rendah dan pertumbuhan yang lambat sehingga diperlukan teknik perbanyakan cepat melalui kultur in vitro. Salah satu faktor penting yang memengaruhi keberhasilan kultur adalah pemberian zat pengatur tumbuh sitokinin, khususnya zeatin, yang berperan dalam merangsang pembentukan dan multiplikasi tunas. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai konsentrasi zeatin terhadap waktu muncul tunas, jumlah tunas, jumlah daun, dan tinggi tanaman Tristaniosis obovata Benn. pada tahap multiplikasi in vitro. Metode. Metode penelitian dimulai dari tahapan sterilisasi alat, pembuatan media, penanaman pada media kultur, multiplikasi, pengamatan dan analisis data. Eksplan ditanam pada media MS dengan lima perlakuan konsentrasi zeatin (0; 0,25; 0,5; 0,75; dan 1 ppm) menggunakan rancangan acak lengkap. Data dianalisis melalui uji normalitas dan homogenitas sebagai prasyarat, kemudian diuji menggunakan ANOVA dan DMRT 5%; sedangkan parameter yang tidak normal diuji menggunakan Kruskal–Wallis. Hasil. Hasil analisis data menunjukkan bahwa zeatin berpengaruh signifikan terhadap waktu muncul tunas, jumlah tunas, dan jumlah daun. Waktu muncul tunas tercepat diperoleh pada konsentrasi zeatin 0,75 ppm, sedangkan jumlah tunas dan daun tertinggi dicapai pada konsentrasi 0,5 ppm. Sementara itu, parameter tinggi tanaman tidak menunjukkan perbedaan yang nyata antar perlakuan. Kesimpulan. Media MS dengan penambahan zeatin memiliki kisaran konsentrasi yang berbeda untuk setiap parameter pertumbuhan, dan konsentrasi 0,5–0,75 ppm merupakan rentang paling efektif dalam meningkatkan multiplikasi tunas Tristaniopsis obovata Benn. secara in vitro.
Keyword : Mikropropagasi, subkultur, sitokinin, tanaman hutan.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Micropropagation, subculture, cytokinin, forest plants. |
| Subjects: | Q Science > Q Science (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Matematika dan Ilmu Peng. Alam > Biologi |
| Depositing User: | Rasman |
| Date Deposited: | 05 Mar 2026 05:31 |
| Last Modified: | 05 Mar 2026 05:31 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/54393 |
