BIOSTRATIGRAFI DAN REKONSTRUKSI PALEOSEANOGRAFI FORMASI TONASA BERDASARKAN SEBARAN NANOFOSIL, KABUPATEN BARRU PROVINSI SULAWESI SELATAN = Biostratigraphy and Paleoceanographic Reconstruction of Tonasa Formation based on Nannofossil Distribution, Barru Regency South Sulawesi Province


IKHWANA, NUR (2025) BIOSTRATIGRAFI DAN REKONSTRUKSI PALEOSEANOGRAFI FORMASI TONASA BERDASARKAN SEBARAN NANOFOSIL, KABUPATEN BARRU PROVINSI SULAWESI SELATAN = Biostratigraphy and Paleoceanographic Reconstruction of Tonasa Formation based on Nannofossil Distribution, Barru Regency South Sulawesi Province. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of COVER]
Preview
Image (COVER)
D062222001-TESIS-COVER.jpg

Download (271kB) | Preview
[thumbnail of BAB 1-2] Text (BAB 1-2)
D062222001-TESIS-BAB 1-2.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of DAPUS] Text (DAPUS)
D062222001-TESIS-DAPUS.pdf

Download (390kB)
[thumbnail of FULL TEXT] Text (FULL TEXT)
D062222001-TESIS-FULL TEXT.pdf
Restricted to Repository staff only until 30 January 2027.

Download (17MB)

Abstract (Abstrak)

Endapan Tersier tersebar luas di bagian barat hingga selatan Sulawesi. Endapan ini didominasi oleh material karbonat, yang menunjukkan bahwa bagian barat Sulawesi dulunya merupakan lingkungan laut. Formasi Tonasa merupakan salah satu endapan Tersier yang memiliki ketebalan dan sebaran yang luas di lengan selatan Sulawesi. Di daerah Barru, banyak singkapan yang menunjukkan perlapisan batuan karbonat dari Formasi Tonasa. Seperti di sungai di daerah Ralla, Pange, dan Camming, di mana Formasi Tonasa tersingkap dengan baik, menunjukkan endapan batuan karbonat yang terdiri dari perselingan batulempung karbonatan dan batugamping. Penelitian ini memanfaatkan nannofosil untuk menentukan biostratigrafi dan kondisi paleooseanografi di Formasi Tonasa. Fokus penelitian ini adalah pada biostratigrafi serta hubungan antara keanekaragaman nannofosil dengan kondisi paleooseanografi Formasi Tonasa. Pengukuran dilakukan sepanjang 13 meter dilakukan pada singkapan di Ralla, 15 meter pada singkapan di Sungai Pange, dan 19 meter pada singkapan di Sungai Barru daerah Camming. Sebanyak 35 spesies teridentifikasi di daerah penelitian ini, yang secara biostratigrafi ditandai dengan Last Occurence (LO) Discoaster saipanensis, Last Occurence (LO) Coccolithus formosus yang diidentifikasi pada Sungai Ralla dan Last Occurence (LO) Reticulofenestra hillae yang menjadi batas atas Sungai Ralla berada pada zona NP20-NP23. Sedangkan pada Sungai Pange dibatasi oleh First Occurence Sphenolithus distentus dan First Occurence (FO) Cyclicargolithus abisectus yang berada pada zona NP22-NP23. Sehingga zonasi biostratigrafi Formasi Tonasa pada Kabupaten Barru ialah NP20-NP23 atau CP15-CP18. Berdasarkan biozonasi tersebut, Formasi Tonasa diendapkan pada kala Eosen Akhir – Oligosen Akhir. Selain itu, sebaran ukuran dari Reticulofenestra spp. dan kemunculan spesies-spesies Discoaster menunjukkan bahwa lingkungan pada kala Eosen hangat dan mengalami pendinginan pada Oligosen Awal, dan selanjutnya cenderung menghangat pada Oligosen Akhir.

Item Type: Thesis (Thesis)
Uncontrolled Keywords: Batugamping, Batulempung Karbonatan, Formasi Tonasa, Kabupaten Barru, Nanofosil
Subjects: Q Science > QE Geology
Divisions (Program Studi): Fakultas Teknik > Teknik Geologi
Depositing User: Unnamed user with username pkl2
Date Deposited: 03 Mar 2026 06:10
Last Modified: 03 Mar 2026 06:10
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/54289

Actions (login required)

View Item
View Item