LAHFANI, ADINDA FAKIHAH (2025) POLA KUMAN DAN KEPEKAAN ANTIBIOTIK PADA SPESIMEN PUS RUMAH SAKIT PENDIDIKAN UNIVERSITAS HASANUDDIN PERIODE JANUARI – DESEMBER 2024 = THE PATTERN OF BACTERIA AND ANTIBIOTIC SUSCEPTIBILITY IN PUS SPECIMENS AT HASANUDDIN UNIVERSITY TEACHING HOSPITAL PERIOD JANUARY–DECEMBER 2024. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
C011221179-Cover.jpg
Download (624kB) | Preview
C011221179-1-2(FILEminimizer).pdf
Download (595kB)
C011221179-dp(FILEminimizer).pdf
Download (520kB)
C011221179-fullll(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 19 November 2027.
Download (2MB)
Abstract (Abstrak)
ABSTRAK Adinda Fakihah Lahfani. Pola Kuman dan Kepekaan Antibiotik pada Spesimen PUS Rumah Sakit Pendidikan Universitas Hasanuddin periode Januai-Desember 2024 (dibimbing oleh : dr. Yunialthy Dwia Pertiwi, Ph.D., Sp.MK) Latar Belakang: Fenomena resistensi antibiotik (AMR) merupakan ancaman global terhadap kesehatan masyarakat, yang diperberat oleh penurunan pengembangan antibiotik baru sejak tahun 1980-an. Infeksi piogenik yang ditandai dengan adanya pus memerlukan terapi antibiotik empiris yang tepat, yang harus didasarkan pada pola kuman dan kepekaan antibiotik lokal untuk mencegah kegagalan pengobatan dan menekan laju resistensi. Pemantauan pola resistensi kuman, terutama pada patogen nosokomial seperti kelompok ESKAPE, menjadi penting untuk memastikan keberhasilan pengobatan.Tujuan: Mengetahui distribusi jenis kuman penyebab infeksi pada spesimen pus dan pola kepekaannya terhadap antibiotik di Rumah Sakit Pendidikan Universitas Hasanuddin periode Januari–Desember 2024. Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah observasional deskriptif dengan pendekatan retrospektif. Hasil Penelitian: Ditemukan total 74 isolat, dengan dominasi keseluruhan oleh bakteri Gram-negatif (52,70% atau 39 isolat) dibandingkan Gram-positif (47,30% atau 35 isolat). Namun, spesies bakteri yang paling sering ditemukan sebagai patogen tunggal adalah Gram-positif, Staphylococcus aureus (17 isolat; 22,97%). Diikuti oleh bakteri Gram-negatif Pseudomonas aeruginosa (13 isolat; 17,57%), Escherichia coli (8 isolat; 10,81%), dan Klebsiella pneumoniae (7 isolat; 9,46%), Mayoritas isolat berasal dari ruangan Rawat Inap non-ICU (85,54%) dan kelompok usia 31–40 tahun (20,27%). Pola kepekaan antibiotik menunjukkan resistensi tinggi ditemukan pada antibiotik beta-laktam konvensional (seperti Benzylpenicillin, Piperacillin, Ticarcillin, dan beberapa Sefalosporin generasi awal) terhadap mayoritas isolat, terutama S. aureus. Sedangkan efektivitas tinggi ditemukan pada antibiotik lini akhir yaitu Vancomycin, Linezolid (100% sensitif terhadap S. aureus dan Gram Positif lainnya), Meropenem, Ertapenem (100% sensitif terhadap E. coli dan K. pneumoniae), serta Gentamicin dan Ceftaroline.Kesimpulan: Proporsi bakteri Gram-negatif sedikit lebih tinggi, namun Staphylococcus aureus adalah bakteri tunggal yang paling sering ditemukan, diikuti oleh patogen kelompok ESKAPE Gram-negatif (P. aeruginosa dan K. pneumoniae). Pola resistensi tinggi terhadap beta-laktam konvensional dan tingginya sensitivitas terhadap antibiotik non-beta-laktam seperti Vancomycin dan Linezolid menegaskan pentingnya uji kepekaan antibiotik untuk penentuan terapi empiris yang tepat. Kata Kunci: Pola Kuman, Kepekaan Antibiotik, Resistensi Antibiotik, Spesimen Pus, Staphylococcus aureus.
Kata Kunci: Pola Kuman, Kepekaan Antibiotik, Resistensi Antibiotik, Spesimen Pus, Staphylococcus aureus.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Bacterial Pattern, Antibiotic Susceptibility, Antibiotic Resistance, Pus Specimen, Staphylococcus aureus. |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kedokteran > Pendidikan Dokter |
| Depositing User: | Rasman |
| Date Deposited: | 03 Mar 2026 00:48 |
| Last Modified: | 03 Mar 2026 00:48 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/54256 |
