SALSABILA, ALYA DAFINA (2025) Hubungan Penggunaan Gadget secara Berlebihan (dMOS) dengan Derajat Disabilitas Leher berdasarkan Neck Disability Index (NDI) pada Mahasiswa Angkatan 2022 Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin = The Relationship Between Excessive Gadget Use (dMOS) and the Degree of Neck Disability Based on the Neck Disability Index (NDI) Among the 2022 Batch of Medical Faculty Students at Hasanuddin University. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
C011221156-Cover.png
Download (655kB) | Preview
C011221156-1-2(FILEminimizer).pdf
Download (97kB)
C011221156-dp(FILEminimizer).pdf
Download (55kB)
C011221156-fulllll(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 25 November 2027.
Download (804kB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang: Penggunaan gadget yang berlebihan pada mahasiswa kedokteran preklinik berpotensi meningkatkan risiko disabilitas leher akibat postur tidak ergonomis (forward head posture). Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara penggunaan gadget berlebihan yang diukur dengan Digital Media Overuse Scale (dMOS) dan derajat disabilitas leher berdasarkan Neck Disability Index (NDI) pada mahasiswa angkatan 2022 Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin. Metode: Penelitian analitik observasional dengan desain cross-sectional pada 171 mahasiswa (purposive sampling). Pengumpulan data dilakukan secara daring menggunakan kuesioner dMOS dan NDI. Analisis data meliputi analisis deskriptif, Latent Class Analysis (LCA) untuk mengelompokkan pola overuse, serta uji korelasi Spearman (α = 0,05) menggunakan SPSS. Hasil: Analisis LCA menunjukkan pola overuse yang sangat domain-spesifik. Domain General Smartphone Use memiliki proporsi kelas high-risk tertinggi (skor summed >30), domain Social Media Use didominasi kelas some-risk dengan skor menengah-tinggi, sedangkan domain Internet Video Use bersifat paradoksal. Tingkat disabilitas leher masih sangat rendah: 98,8% responden berada pada kategori minimal (skor NDI 0–20%), hanya 1,2% moderate (skor NDI 21–40%), dan tidak ada kasus severe maupun crippled. Terdapat korelasi positif signifikan lemah antara skor total dMOS dan skor total NDI (r = 0,281; p < 0,001). Kesimpulan: Penggunaan gadget berlebihan khususnya pada domain general smartphone use, berhubungan secara signifikan namun lemah dengan peningkatan derajat disabilitas leher pada mahasiswa kedokteran angkatan 2022. Meskipun mayoritas masih pada tingkat minimal, temuan ini merupakan peringatan dini untuk implementasi intervensi ergonomi dan pembatasan screen time non-akademik sejak dini.
Keyword : Digital Media Overuse Scale (dMOS), Neck Disability Index (NDI), disabilitas leher, forward head posture, mahasiswa kedokteran, Latent Class Analysis.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Digital Media Overuse Scale (dMOS), Neck Disability Index (NDI), neck disability, forward head posture, medical students, Latent Class Analysis. |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kedokteran > Pendidikan Dokter |
| Depositing User: | S.Sos Rasman - |
| Date Deposited: | 03 Mar 2026 00:27 |
| Last Modified: | 03 Mar 2026 00:27 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/54245 |
