SUFIRMAN, SUFIRMAN (2026) Demokrasi Lokal Pada Pemilihan Kepala Daerah Satu Pasangan Calon di Kabupaten Maros = Local Democracy in Single-Candidate Regional Head Elections in Maros Regency. Disertasi thesis, Universitas Hasanuddin.
E053212003-Cover.jpg
Download (261kB) | Preview
E053212003-1-2(FILEminimizer).pdf
Download (637kB)
E053212003-dp(FILEminimizer).pdf
Download (203kB)
E053212003-fulll(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 12 January 2028.
Download (2MB)
Abstract (Abstrak)
Sufirman. Demokrasi Lokal Pada Pemilihan Kepala Daerah Satu Pasangan Calon di Kabupaten Maros (Dibimbing oleh Prof. Dr. Muhammad, S.IP.,M.Si dan Prof. Dr. Gustiana A. Kambo, S.IP.,M.Si) Latar Belakang Penelitian ini berangkat dari fenomena Pilkada Kabupaten Maros 2024 yang hanya diikuti satu pasangan calon sebagai akibat konsolidasi lintas partai (“borong partai”) yang mereduksi pluralisme dan ruang kontestasi. Konfigurasi ini melahirkan paradoks: prosedural sah, namun defisit substantif, sekaligus memicu resistensi warga melalui pilihan kolom kosong. Dengan pendekatan kualitatif fenomenologi transendental (Moustakas/Creswell), data dihimpun via wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen; analisis dilakukan melalui epokhē/bracketing, pengodean tematik, dan perumusan esensi fenomena, terhadap informan purposif (pendukung paslon, pemilih kolom kosong/golput, penyelenggara, elite partai). Penelitian ini bertujuan memahami dinamika terbentuknya calon tunggal, menelaah bentuk kompetisi dan partisipasi yang muncul, serta merumuskan gambaran ideal demokrasi lokal dalam konteks Pilkada satu pasangan calon. Temuan utama menunjukkan empat pola utama: pertama, koalisi sembilan partai dan normalisasi kandidat tunggal mengunci kompetisi sejak hulu, ditopang survei elektabilitas sebagai “regime of truth”; kedua, kampanye timpang—paslon menikmati seluruh instrumen, kolom kosong kekurangan kanal artikulasi dan mobilisasi; ketiga, partisipasi turun ±69,62%, dengan suara sah 64,01% untuk paslon dan 35,99% untuk kolom kosong—indikasi resistensi dan keterbatasan representasi; keempat, perilaku pemilih didominasi patronase, meski muncul kantong partisipasi otonom pro–kolom kosong sebagai koreksi atas defisit kompetisi. Implikasinya, penguatan demokrasi lokal memerlukan rekayasa kelembagaan yang menjamin pluralisme pencalonan, akses setara, akuntabilitas partisipatif, dan literasi politik; serta memperkaya diskursus teoretis (Sartori, Foucault, Dahl, Schumpeter, Przeworski) mengenai kecenderungan hegemonik dan pentingnya memulihkan ketidakpastian hasil melalui kompetisi terbuka.
Keyword : demokrasi lokal; Pilkada; calon tunggal; partisipasi pemilih; kolom kosong; Maros 2024.
| Item Type: | Thesis (Disertasi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Local democracy; regional head election; single candidate; voter participation; blank box; Maros 2024. |
| Subjects: | J Political Science > JA Political science (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Politik |
| Depositing User: | Rasman |
| Date Deposited: | 27 Feb 2026 01:13 |
| Last Modified: | 27 Feb 2026 01:13 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/54132 |
