LATIFAH, ZAHRA (2026) RELASI KUASA PUNGGAWA DAN SAWI DALAM PEMILIHAN ANGGOTA LEGISLATIF TAHUN 2024 DI DESA PAMBUSUANG KECAMATAN BALANIPA KABUPATEN POLEWALI MANDAR = POWER RELATIONSHIP BETWEEN PUNGGAWA AND SAWI IN THE 2024 LEGISLATIVE MEMBER ELECTION IN PAMBUSUANG VILLAGE BALANIPA DISTRICT POLEWALI MANDAR REGENCY. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.
E052232010-Cover.jpeg
Download (175kB) | Preview
E052232010-1-2(FILEminimizer).pdf
Download (584kB)
E052232010-dp(FILEminimizer).pdf
Download (132kB)
E052232010-fulll(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 9 January 2028.
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
ZAHRA LATIFAH, Relasi Kuasa Punggawa Dan Sawi Dalam Pemilihan Anggota Legislatif Tahun 2024 Di Desa Pambusuang Kecamatan Balanipa Kabupaten Polewali Mandar. (dibimbing oleh Gustiana A.Kambo) Penelitian ini berjudul Relasi kuasa punggawa dan sawi dalam pemilihan anggota legislatif tahun 2024 di desa Pambusuang Kecamatan Balanipa Kabupaten Polewali Mandar yang bertujuan untuk menganalisis relasi kuasa punggawa (pemilik modal) dan sawi (nelayan buruh) dalam konteks Pemilihan Anggota Legislatif tahun 2024 di Kecamatan Balanipa, Kabupaten Polewali Mandar. Fokus utama penelitian ini adalah bagaimana relasi patron-klien yang telah mengakar dalam sistem sosial-ekonomi masyarakat nelayan bertransformasi menjadi instrumen politik yang memengaruhi pilihan politik kelompok buruh nelayan. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan teknik reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa punggawa memiliki posisi dominan sebagai elit mikro yang mengendalikan modal ekonomi, sosial, dan simbolik dalam komunitas nelayan. Ketergantungan ekonomi sawi terhadap punggawa menyebabkan keterikatan sosial dan politik yang kuat, di mana dukungan politik sawi sering diarahkan sesuai preferensi politik punggawa. Relasi ini memperlihatkan praktik patronase politik di tingkat lokal yang beroperasi melalui jaringan sosial tradisional. Dengan demikian, hubungan punggawa-sawi tidak hanya berimplikasi pada ketimpangan ekonomi, tetapi juga pada reproduksi kekuasaan politik lokal. Penelitian ini memberikan pemahaman baru mengenai bagaimana relasi patron-klien di masyarakat pesisir menjadi sarana konsolidasi kekuasaan dalam konteks demokrasi lokal.
Keyword : Punggawa, Sawi, Patron-Klien, Relasi kuasa, Pilkada, Ketergantungan Ekonomi.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Punggawa, Sawi, Patron-Klien, Relasi kuasa, Pilkada, Ketergantungan Ekonomi. |
| Subjects: | H Social Sciences > H Social Sciences (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Politik |
| Depositing User: | Rasman |
| Date Deposited: | 26 Feb 2026 06:46 |
| Last Modified: | 26 Feb 2026 06:46 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/54119 |
