COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM PENGELOLAAN TAMAN WISATA ALAM (TWA) SUMPANG BITA KABUPATEN PANGKEP = Collaboration in the Management of the Sumpang Bita Nature Tourism Park (TWA) in Pangkep Regency


JANUARI, INDRA ADHITYA (2025) COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM PENGELOLAAN TAMAN WISATA ALAM (TWA) SUMPANG BITA KABUPATEN PANGKEP = Collaboration in the Management of the Sumpang Bita Nature Tourism Park (TWA) in Pangkep Regency. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
E051221050-Cover.jpeg

Download (532kB) | Preview
[thumbnail of Bab1-2] Text (Bab1-2)
E051221050-1-2(FILEminimizer).pdf

Download (180kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
E051221050-dp(FILEminimizer).pdf

Download (538kB)
[thumbnail of Full Text] Text (Full Text)
E051221050-fullll(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 8 December 2027.

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

Indra Adhitya Januari, Kolaborasi dalam Pengelolaan Taman Wisata Alam (TWA) Sumpang Bita Kabupaten Pangkep (Dibimbing oleh Saharuddin.,S.IP..M.Si) Taman Wisata Alam (TWA) Sumpang Bita merupakan kawasan konservasi berbasis budaya yang dikelola oleh berbagai aktor sehingga memerlukan tata kelola kolaboratif yang terarah dan berkesinambungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk kolaborasi antara pemerintah pusat melalui Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Sulawesi Selatan, Pemerintah Daerah Kabupaten Pangkep, dan masyarakat dalam pengelolaan TWA Sumpang Bita, serta mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dan penghambat yang memengaruhi kolaborasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan BPK, Dinas Pariwisata, kelurahan, komunitas wisata, dan masyarakat; observasi lapangan; serta analisis dokumen seperti PKS/MoU dan data kunjungan wisata. Data dianalisis secara deskriptif melalui proses reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi terbentuk melalui tiga aktor utama dengan peran yang berbeda, namun tingkat keterlibatannya belum seimbang. Faktor pendukung kolaborasi meliputi regulasi formal, PKS/MoU, dan status UNESCO, sedangkan hambatan utamanya adalah keterbatasan anggaran dan SDM Pemda, minimnya pelibatan masyarakat dan kelurahan, serta ketidakjelasan pembagian kewenangan. Temuan ini menegaskan perlunya penguatan koordinasi, peningkatan kapasitas lokal, dan perluasan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan kawasan.

Kata Kunci : Collaborative Governance, Konservasi Budaya, TWA Sumpang Bita.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Collaborative Governance, Cultural Conservation, Sumpang Bita TWA.
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
Depositing User: Rasman
Date Deposited: 26 Feb 2026 06:34
Last Modified: 26 Feb 2026 06:34
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/54111

Actions (login required)

View Item
View Item