BATE, ANDI NURUL ISTIQAMAH (2025) IMPLEMENTASI SISTEM MERIT DALAM REKRUTMEN PEJABAT STRUKTURAL APARATUR SIPIL NEGARA (ASN) DI PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN BONE = Implementation of the Merit System in the Recruitment of Structural Officials of the State Civil Apparatus (ASN) in the Regional Government of Bone Regency. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
E051221030-Cover.jpg
Download (315kB) | Preview
E051221030-1-2(FILEminimizer).pdf
Download (4MB)
E051221030-dp(FILEminimizer).pdf
Download (536kB)
E051221030-full(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 23 February 2028.
Download (19MB)
Abstract (Abstrak)
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih adanya kesenjangan antara regulasi sistem merit yang secara normatif menuntut objektivitas, kompetensi, dan profesionalisme dalam manajemen Aparatur Sipil Negara dengan realitas praktik birokrasi daerah yang kerap dipengaruhi oleh kultur kekerabatan dan relasi patronase. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi sistem merit dalam rekrutmen pejabat struktural ASN eselon II dan III di Kabupaten Bone serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif-analitik, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis dengan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama telah memenuhi sebagian besar prosedur formal sistem merit, termasuk asesmen kompetensi dan keterlibatan panitia seleksi independen, namun derajat objektivitasnya masih terpengaruh oleh pertimbangan informal aktor politik daerah. Pada rekrutmen pejabat administrator, dominasi kewenangan Pejabat Pembina Kepegawaian menyebabkan mekanisme merit tidak berjalan optimal karena keterbatasan instrumen evaluasi kinerja serta kecenderungan praktik rotasi-mutasi yang tidak sepenuhnya berbasis kompetensi. Temuan juga mengungkap bahwa budaya kekerabatan dan logika neopatrimonial yang kuat dalam birokrasi Bone menjadi hambatan utama konsistensi meritokrasi, meskipun terdapat peningkatan komitmen kelembagaan melalui penguatan perencanaan kebutuhan ASN dan digitalisasi informasi kepegawaian. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan sistem merit di Kabupaten Bone berada pada fase transisi, berjalan baik secara prosedural namun belum sepenuhnya substantif akibat tarik-menarik antara prinsip profesionalisme dan pengaruh politik-budaya lokal yang mengakar.
Keyword : sistem merit; rekrutmen jabatan publik; neopatrimonialisme; reformasi kepegawaian; kabupaten Bone; profesionalisme ASN.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Sistem merit; rekrutmen jabatan publik; neopatrimonialisme; reformasi kepegawaian; kabupaten Bone; profesionalisme ASN. |
| Subjects: | H Social Sciences > H Social Sciences (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Pemerintahan |
| Depositing User: | Rasman |
| Date Deposited: | 26 Feb 2026 05:40 |
| Last Modified: | 26 Feb 2026 05:40 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/54103 |
