PROBLEMATIKA PRAKTIK SOSIAL PUNGGAWA DAN SAWI PADA MASYARAKAT NELAYAN LINGKUNGAN = The Problematics of Social Practices Between Punggawa and Sawi in the Fishing Community of Lingkungan Ujung, Polewali Village


M., AHMAD ZAKI (2026) PROBLEMATIKA PRAKTIK SOSIAL PUNGGAWA DAN SAWI PADA MASYARAKAT NELAYAN LINGKUNGAN = The Problematics of Social Practices Between Punggawa and Sawi in the Fishing Community of Lingkungan Ujung, Polewali Village. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
E032232001-Cover.jpeg

Download (220kB) | Preview
[thumbnail of Bab1-2] Text (Bab1-2)
E032232001-1-2(FILEminimizer).pdf

Download (927kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
E032232001-dp(FILEminimizer).pdf

Download (155kB)
[thumbnail of Full Text] Text (Full Text)
E032232001-fulll(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 8 January 2028.

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

AHMAD ZAKI M, Problematika Praktik Sosial Punggawa Dan Sawi Pada Masyarakat Nelayan Lingkungan Ujung Kelurahan Polewali (dibimbing oleh Suparman Abdullah dan Mansyur Radjab Penelitian ini mengkaji problematika praktik sosial antara punggawa (pemilik modal) dan sawi (nelayan buruh) pada masyarakat nelayan Lingkungan Ujung, Kabupaten Polewali Mandar. Fokus utama penelitian ini adalah pembentukan habitus yang melanggengkan ketimpangan sosial, serta bagaimana punggawa mampu memenangkan arena sosial melalui penguasaan berbagai bentuk modal. Menggunakan teori Praktik Sosial Pierre Bourdieu, penelitian ini menelaah relasi antara habitus, arena, dan modal (ekonomi, sosial, budaya, dan simbolik) yang bekerja secara dialektis dalam kehidupan sehari-hari masyarakat nelayan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melalui observasi partisipatif dan wawancara mendalam dengan punggawa, sawi, serta aktor sosial lain di lingkungan pesisir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembentukan habitus nelayan berlangsung melalui internalisasi nilai-nilai kepatuhan dan ketergantungan terhadap punggawa, yang direproduksi secara turun-temurun sebagai tatanan sosial yang dianggap wajar. Di sisi lain, punggawa memenangkan arena sosial melalui dominasi simbolik yang bersumber dari penguasaan modal ekonomi, sosial, dan budaya, yang kemudian dilegitimasi oleh masyarakat sebagai bentuk kepemimpinan moral. Dengan demikian, kemiskinan nelayan di Lingkungan Ujung bukan hanya akibat keterbatasan sumber daya alam, melainkan hasil dari reproduksi praktik sosial yang mempertahankan struktur ketimpangan dalam sistem patron-klien.

Keyword : praktik sosial, habitus,arena, modal, punggawa-sawi, kemiskinan struktural.

Item Type: Thesis (Thesis)
Uncontrolled Keywords: Praktik sosial, habitus,arena, modal, punggawa-sawi, kemiskinan struktural.
Subjects: H Social Sciences > HM Sociology
Divisions (Program Studi): Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Sosiologi
Depositing User: Rasman
Date Deposited: 26 Feb 2026 01:44
Last Modified: 26 Feb 2026 01:44
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/54079

Actions (login required)

View Item
View Item