Faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Pengobatan Antiretroviral (ARV) Lelaki Seks Lelaki (LSL) dengan HIV di Puskesmas Jumpandang Baru Kota Makassar = Factors Associated with Antiretroviral Therapy (ART) Adherence Among Men Who Have Sex with Men (MSM) Living with HIV at Puskesmas Jumpandang Baru, Makassar City


KALTSUM, SITI NAILAH (2025) Faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Pengobatan Antiretroviral (ARV) Lelaki Seks Lelaki (LSL) dengan HIV di Puskesmas Jumpandang Baru Kota Makassar = Factors Associated with Antiretroviral Therapy (ART) Adherence Among Men Who Have Sex with Men (MSM) Living with HIV at Puskesmas Jumpandang Baru, Makassar City. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of COVER]
Preview
Image (COVER)
K011221131-UGWyVcxL71nPK4kJ-20260112123957.jpg

Download (316kB) | Preview
[thumbnail of BAB 1-2] Text (BAB 1-2)
K011221131-1-2.pdf

Download (420kB)
[thumbnail of DAPUS] Text (DAPUS)
K011221131-dp.pdf

Download (229kB)
[thumbnail of FULL TEXT] Text (FULL TEXT)
K011221131-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 12 December 2027.

Download (3MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang: Kepatuhan pengobatan ARV merupakan kunci keberhasilan pengendalian HIV yang bertujuan menekan viral load dan mencegah terjadinya resistensi obat. Data nasional dari estimasi 503.261 ODHIV, baru 62% yang menjalani pengobatan ARV dan hanya 42% yang mencapai supresi viral load. Kelompok LSL merupakan populasi kunci dengan risiko penularan HIV sekitar 16 kali lebih tinggi dibandingkan populasi umum dan menyumbang sekitar 30,5% kasus HIV di Indonesia. Di Kota Makassar, Puskesmas Jumpandang Baru tercatat sebagai fasilitas kesehatan dengan jumlah ODHIV tertinggi yaitu 845 kasus, dengan mayoritas berasal dari kelompok LSL sebanyak 708 kasus. Oleh karena itu diperlukan perhatian khusus terhadap kepatuhan pengobatan ARV pada kelompok LSL sebagai bagian penting dalam upaya pengendalian HIV. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor yang berhubungan dengan kepatuhan pengobatan ARV pada LSL dengan HIV di Puskesmas Jumpandang Baru Kota Makassar. Metode: Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan variabel yang diteliti meliputi tingkat pendidikan, pengetahuan tentang ARV, dukungan sosial, stigma, dan efek samping ARV. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur yang telah teruji validitas dan reliabilitas pada penelitian sebelumnya. Penelitian berlangsung pada Juli–November 2025. Analisis dilakukan dengan analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square atau Fisher’s Exact Test. Hasil: Hasil Analisis bivariat menunjukkan bahwa tingkat pendidikan tidak berhubungan dengan kepatuhan pengobatan ARV(p=0,294). Sebaliknya, pengetahuan tentang ARV (p<0,001), dukungan sosial (p=0,017), stigma (p<0,001), dan efek samping ARV (p<0,001) berhubungan signifikan dengan kepatuhan pengobatan ARV. Kesimpulan: Pengetahuan yang baik, adanya dukungan sosial, stigma yang rendah, serta tidak adanya efek samping berkontribusi terhadap peningkatan kepatuhan pengobatan ARV pada LSL. Sehingga, diperlukan intervensi berbasis bukti yang menyasar faktor-faktor tersebut untuk memperkuat kepatuhan pengobatan di tingkat layanan primer.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: HIV, ARV, Kepatuhan, Pengobatan, LSL.
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine
R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
Divisions (Program Studi): Fakultas Kesehatan Masyarakat > Epidemiologi
Depositing User: Unnamed user with username pkl2
Date Deposited: 26 Feb 2026 01:16
Last Modified: 26 Feb 2026 01:16
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/54071

Actions (login required)

View Item
View Item