RINALDY, ALIEF REZKI (2025) HUBUNGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DENGAN STATUS GIZI BAYI USIA 6-12 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KASSI-KASSI KOTA MAKASSAR TAHUN 2025 = The Relationship Between Exclusive Breastfeeding And The Nutritional Status Of Infants Aged 6–12 Months At The Kassi-Kassi Community Health Center. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
K011211139-LntH5xaUr68qhWzF-20260119180752.jpg
Download (318kB) | Preview
K011211139-1-2.pdf
Download (317kB)
K011211139-dp.pdf
Download (165kB)
K011211139-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 29 December 2027.
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang: Masalah gizi pada bayi masih menjadi isu kesehatan penting di Indonesia, termasuk di wilayah kerja Puskesmas Kassi-Kassi yang mencatat prevalensi stunting 22,92% pada tahun 2024. ASI eksklusif merupakan intervensi utama pada periode 1000 HPK yang berperan dalam mencegah malnutrisi, namun cakupannya masih fluktuatif dan ketergantungannya pada faktor ibu belum banyak dikaji secara lokal. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pemberian ASI eksklusif dengan status gizi bayi usia 6–12 bulan di wilayah kerja Puskesmas Kassi-Kassi Kota Makassar tahun 2025. Metode: Penelitian ini merupakan studi kuantitatif observasional analitik dengan desain cross-sectional menggunakan 120 sampel ibu dan bayi yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi. Data dikumpulkan melalui kuesioner, lembar observasi, dan data sekunder puskesmas, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-square serta analisis stratifikasi berdasarkan efikasi diri menyusui, keterpaparan informasi, pekerjaan ibu, dan pendapatan keluarga. Hasil: Pemberian ASI eksklusif menunjukkan hubungan signifikan dengan status gizi bayi (p = 0,029). Hubungan signifikan juga ditemukan pada kelompok ibu dengan efikasi diri cukup (p = 0,008), keterpaparan informasi baik (p = 0,012), dan ibu tidak bekerja (p = 0,018), sementara pendapatan keluarga tidak menunjukkan hubungan signifikan. Secara keseluruhan, bayi yang memperoleh ASI eksklusif memiliki proporsi gizi baik yang lebih tinggi (91,4%) dibandingkan bayi tanpa ASI eksklusif (74,0%). Kesimpulan: Pemberian ASI eksklusif berhubungan signifikan dengan status gizi bayi usia 6–12 bulan, terutama ketika didukung efikasi diri ibu, keterpaparan informasi yang baik, dan kondisi lingkungan yang memungkinkan ibu menyusui secara optimal. Upaya peningkatan cakupan ASI eksklusif perlu diarahkan pada penguatan edukasi, dukungan keluarga, dan kebijakan ramah ibu menyusui.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | ASI eksklusif; status gizi; bayi 6–12 bulan; |
| Subjects: | R Medicine > RA Public aspects of medicine R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kesehatan Masyarakat > Kesehatan Masyarakat |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 26 Feb 2026 00:34 |
| Last Modified: | 26 Feb 2026 00:34 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/54059 |
