Disparitas Kejadian Unmet Need KB antar Kabupaten/ Kota di Provinsi Sulawesi Selatan (Analisis Data SKI 2023) = Disparities in Unmet Need for Family Planning Between Districts/Cities in South Sulawesi Province (2023 Indonesian Health Survey Data Analysis)


HUMAERAH, ARIFAH (2026) Disparitas Kejadian Unmet Need KB antar Kabupaten/ Kota di Provinsi Sulawesi Selatan (Analisis Data SKI 2023) = Disparities in Unmet Need for Family Planning Between Districts/Cities in South Sulawesi Province (2023 Indonesian Health Survey Data Analysis). Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of COVER]
Preview
Image (COVER)
K011211122-CWZE4wB3UeuRa9Nv-20260121154010.jpg

Download (341kB) | Preview
[thumbnail of BAB 1-2] Text (BAB 1-2)
K011211122-1-2.pdf

Download (555kB)
[thumbnail of DAPUS] Text (DAPUS)
K011211122-dp.pdf

Download (229kB)
[thumbnail of FULL TEXT] Text (FULL TEXT)
K011211122-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 19 January 2028.

Download (13MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang. Unmet need KB merupakan isu penting dalam kesehatan reproduksi karena berdampak serius terhadap kesehatan ibu dan anak. Hal ini dapat meningkatkan risiko kehamilan yang tidak diinginkan, morbiditas, mortalitas maternal dan neonatal, serta berbagai konsekuensi sosial, mental, dan ekonomi. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi disparitas kejadian kejadian unmet need KB pada WUS antar kabupaten/kota di Provinsi Sulawesi Selatan serta menganalisis faktor yang berhubungan dengan kejadian unmet need KB. Metode. Jenis penelitian adalah penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian adalah wanita usia subur (15–49 tahun) di Provinsi Sulawesi Selatan yang tercatat dalam SKI 2023 berjumlah 12.192 WUS. Metode sampling yang digunakan adalah purposive sampling, didapatkan 3.617 WUS. Analisis data menggunakan aplikasi IBM SPSS Statistic dengan uji chi square. Data disajikan dalam bentuk tabel dan grafik. Hasil. Analisis disparitas mengungkap prevalensi unmet need tertinggi di Kepulauan Selayar dan terendah di Kabupaten Pangkep. Hasil analisis chi-square menunjukkan bahwa ada hubungan signifikan antara umur (p = 0,005), status perkawinan (p < 0,001), pendidikan (p < 0,001), status pekerjaan (p < 0,001), status ekonomi (p < 0,001), tempat tinggal (p < 0,001), umur pertama hamil (p < 0,001), paritas (p < 0,001), riwayat keguguran (p = 0,002), akses ke fasilitas kesehatan tingkat puskesmas (p = 0,019), akses ke rumah sakit (p < 0,001), riwayat ANC K4 (p = 0,002), dan ANC K6 (p = 0,004) dengan kejadian unmet need KB. Sebaliknya, akses ke fasilitas kesehatan klinik (p = 0,389) dan pelayanan nifas (p = 0,501) tidak berhubungan. Kesimpulan. Umur, status perkawinan, pendidikan, pekerjaan, status ekonomi, tempat tinggal, umur pertama hamil, paritas, riwayat keguguran, akses puskesmas, akses rumah sakit, serta riwayat ANC K4 dan ANC K6 merupakan faktor yang berhubungan dengan kejadian unmet need KB di Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2023. Temuan ini menegaskan perlunya intervensi yang mempertimbangkan karakteristik individu untuk menurunkan unmet need KB di Provinsi Sulawesi Selatan. Akan tetapi, pendekatan program KB tidak harus dilakukan secara seragam antar wilayah, kondisi khusus perlu dipertimbangkan seperti wilayah dengan jumlah penduduk relatif kecil dan TFR sudah baik.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Unmet need; Keluarga Berencana; Sulawesi Selatan
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine
R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
Divisions (Program Studi): Fakultas Kesehatan Masyarakat > Kesehatan Masyarakat
Depositing User: Unnamed user with username pkl2
Date Deposited: 26 Feb 2026 00:30
Last Modified: 26 Feb 2026 00:30
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/54057

Actions (login required)

View Item
View Item