WAHYUNI, WAHYUNI (2025) Pengaruh Panjang Penaju dan Ukuran Mata Jaring (Mesh size) Alat Tangkap Sero Terhadap Hasil Tangkapan Di Perairan Teluk Bone = The Effect of Leader Net Length and Mesh Size of Sero Fishing Gear on Catch Yield in the Waters of Bone Bay. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
L051211041-Cover.jpg
Download (434kB) | Preview
L051211041-1-2(FILEminimizer).pdf
Download (243kB)
L051211041-dp(FILEminimizer).pdf
Download (160kB)
L051211041-fulll(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 18 February 2028.
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang. Teluk Bone teluk semi tertutup arus sedang yang sesuai untuk pemasangan alat tangkap perangkap seperti sero. Sero adalah alat tangkap menetap berfungsi menjebak ikan di wilayah pesisir atau ikan yang bermigrasi ke pantai. Penaju berperan penting sebagai jaring utama yang mengarahkan ikan masuk perangkap. Selektivitas penangkapan dipengaruhi ukuran panjang penaju dan mesh size menjadi faktor penting menjaga keseimbangan ekosistem serta mendukung praktik perikanan berkelanjutan. Oleh karena itu, pemilihan ukuran penaju dan mesh size yang tepat sangat penting. Tujuan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan perbedaan konstruksi, hasil tangkapan, dan kelayakan tangkap sero dengan panjang penaju dan mesh size berbeda. Metode. Metode yang digunakan adalah studi kasus dan observasi dengan pencatatan hasil tangkapan dua sero berbeda ukuran penaju dan mesh size masing-masing sebanyak 30 trip. Data dianalisis menggunakan rumus komposisi dan ukuran ikan di Microsoft Excel serta uji-t SPSS 27. Hasil. Konstruksi sero terdiri atas penaju, serambi, dan kantong, dengan tinggi bambu ±2,5 m. Sero 1 menggunakan ±185 batang bambu, sedangkan sero 2 ±192 batang bambu. Selama 30 trip, diperoleh total 55 spesies ikan. sero 1 menghasilkan total bobot 67,85 kg dan total individu sebanyak 3.185 ekor. sedangkan sero 2 menghasilkan 110, 287 kg dan total individu sebanyak 2.405 ekor. Sero 1 lebih sedikit memperoleh kelayakan tangkap dibanding sero 2. Kesimpulan. Kedua sero memiliki konstruksi serupa dengan ukuran berbeda sehingga hasil tangkapanpun berbeda. Mesh size kecil mengoptimalkan kuantitas individu ikan kecil, mesh besar menyaring ikan besar dengan bobot lebih tinggi. Panjang penaju berperan sekunder dalam perluasan area, tetapi bukan faktor dominan.
Keyword : Bone Bay, Sero, Leader net length, Mesh size, Fishing, Construction.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Bone Bay, Sero, Leader net length, Mesh size, Fishing, Construction. |
| Subjects: | Q Science > Q Science (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan > Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan |
| Depositing User: | Rasman |
| Date Deposited: | 24 Feb 2026 05:35 |
| Last Modified: | 24 Feb 2026 05:35 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/53934 |
