PRATIWI, DELA (2025) Analisis Kualitas Air Pada Kawasan Budidaya Rumput Laut Di Borongkalukua, Kabupaten Maros = Water Quality Analysis in the Seaweed Cultivation Area of Borongkalukua, Maros Regency. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
L021211070-Cover.jpg
Download (428kB) | Preview
L021211070-1-2(FILEminimizer).pdf
Download (1MB)
L021211070-dp(FILEminimizer).pdf
Download (927kB)
L021211070-fulll(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 26 August 2027.
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
ABSTRAK DELA PRATIWI. Analisis Kualitas Air pada Kawasan Budidaya Rumput Laut di Borongkalukua, Kabupaten Maros. (dibimbing oleh Khusnul Yaqin). Latar Belakang. Dusun Borongkalukua, Kabupaten Maros, merupakan kawasan budidaya rumput laut, khususnya Kappaphycus alvarezii, yang dimanfaatkan sebagai salah satu mata pencaharian masyarakat setempat. Kawasan ini memiliki karakteristik perairan yang relatif tenang. Namun, aktivitas masyarakat seperti pembuangan limbah domestik, penggunaan pupuk dan pestisida, serta kegiatan wisata mangrove berpotensi mencemari perairan dan menurunkan kualitas air yang dibutuhkan dalam budidaya rumput laut. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas air di kawasan budidaya rumput laut Borongkalukua berdasarkan parameter suhu, pH, oksigen terlarut (DO), salinitas, arus, dan nitrat, serta mengevaluasi apakah parameter tersebut masih sesuai untuk mendukung pertumbuhan Kappaphycus alvarezii. Metode. Penelitian dilakukan pada bulan Mei hingga Juni 2025 di tiga stasiun pengamatan yang mewakili berbagai tingkat kedekatan terhadap daratan dan aktivitas manusia. Pengukuran suhu, pH, salinitas, arus, dan oksigen terlarut dilakukan langsung di lapangan, sedangkan analisis nitrat dilakukan di Laboratorium Kualitas Air, Universitas Hasanuddin, menggunakan metode spektrofotometri. Data hasil pengukuran kemudian dibandingkan dengan kisaran kelayakan untuk pertumbuhan rumput laut. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh parameter kualitas air di ketiga stasiun berada dalam kisaran yang diperbolehkan, kecuali oksigen terlarut (DO) . Suhu 28,73–28,83 °C, pH 7,89–8,05, DO 3,63–4,05 mg/L, nitrat 0,0140–0,0216 mg/L, salinitas 30,17–30,67‰, kecepatan arus 0,0562–0,2450 m/s. Kesimpulan. Kualitas air di kawasan budidaya rumput laut Borongkalukua masih bisa mendukung pertumbuhan Kappaphycus alvarezii, meskipun belum optimal. Pengelolaan kualitas air berkelanjutan diperlukan untuk menjaga produktivitas dan kelestarian ekosistem budidaya.
Keyword : Kualitas air; rumput laut; suhu; pH; oksigen terlarut; salinitas; arus; nitrat.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Water quality; seaweed; temperature; pH; dissolved oxygen; salinity; current; nitrate. |
| Subjects: | Q Science > Q Science (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan > Manajemen Sumberdaya Perairan |
| Depositing User: | S.Sos Rasman - |
| Date Deposited: | 24 Feb 2026 03:24 |
| Last Modified: | 24 Feb 2026 03:24 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/53899 |
