PENGENDALIAN BUSUK AKAR (Lasiodiplodia parva) PADA BIBIT TANAMAN KAKAO ( Theobrama cacao L) MENGGUNAKAN (Tricoderma pubescens) = CONTROL OF Lasiodiplodia parva ROOT ROT IN CACAO (Theobrama cacao L.) SEEDLINGS USING Trichoderma pubescens


ANDIRA, ANDIRA (2025) PENGENDALIAN BUSUK AKAR (Lasiodiplodia parva) PADA BIBIT TANAMAN KAKAO ( Theobrama cacao L) MENGGUNAKAN (Tricoderma pubescens) = CONTROL OF Lasiodiplodia parva ROOT ROT IN CACAO (Theobrama cacao L.) SEEDLINGS USING Trichoderma pubescens. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
G061211018-lCRKcijyISdq1nMA-20260110204138.jpeg

Download (35kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
G061211018-1-2.pdf

Download (3MB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
G061211018-dp.pdf

Download (599kB)
[thumbnail of Fulltext] Text (Fulltext)
G061211018-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 18 December 2027.

Download (18MB)

Abstract (Abstrak)

ANDIRA. Pengendalian busuk akar Lasiodiplodia parva pada bibit tanaman kakao (Theobroma cacao L.) menggunakan Trichoderma pubescens (dibimbing oleh Ade Rosmana). Latar Belakang. Kakao (Theobroma cacao L.) merupakan komoditas perkebunan penting di Indonesia, namun produktivitasnya sering terhambat oleh penyakit busuk akar yang disebabkan oleh Lasiodiplodia parva. Patogen ini merusak sistem perakaran, menurunkan penyerapan air dan hara, sehingga menghambat pertumbuhan bahkan menyebabkan kematian tanaman. Pengendalian ramah lingkungan melalui agens hayati diperlukan untuk mengatasi masalah ini. Tujuan. penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan T. pubescens dalam pengendalian busuk leher dan akar (L. parva) pada tanaman bibit kakao. Metode. penelitian dilaksanakan di Laboratorium Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan serta green house Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin, Makassar, pada Februari–Mei 2025. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan, yaitu kontrol, T. pubescens, L. parva, serta kombinasi T. pubescens + L. parva, masing-masing dengan lima ulangan. Hasil. penelitian menunjukkan bahwa perlakuan T. pubescens menekan insidensi penyakit hingga 55,69% pada 63 hari setelah inokulasi, lebih rendah dibandingkan kombinasi dengan L. parva (69,10%) maupun infeksi tunggal L. parva (37,25%). Berat akar pada perlakuan T. pubescens mencapai 17,8 g, setara dengan kontrol (17,8 g) dan lebih tinggi dibandingkan infeksi L. parva (13,2 g). Panjang nekrosis pada perlakuan T. pubescens tercatat 0 mm, berbeda nyata dengan L. parva (6,92 mm) maupun kombinasi (12,4 mm). Kolonisasi T. pubescens pada perakaran mencapai 38%, sedangkan L. parva tertinggi pada perlakuan tunggal (20%). Kesimpulan, aplikasi T. pubescens efektif menekan penyakit busuk akar, menjaga kesehatan sistem perakaran, serta berpotensi digunakan sebagai agens pengendali hayati ramah lingkungan pada tahap pembibitan kakao.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Busuk leher; green house; insidensi penyakit; pengendalian hayati; unsur hara.
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Pertanian
Depositing User: Nasyir Nompo
Date Deposited: 24 Feb 2026 05:05
Last Modified: 24 Feb 2026 05:05
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/53884

Actions (login required)

View Item
View Item