SULISTIAWATI, ANDI (2025) Pengendalian Ektoparasit Trichodinid pada Ikan Nila (Oreochromis niloticus Linnaeus, 1758) Menggunakan Ekstrak daun jambu biji (Psidium guajava L, 1753) = Control of Trichodinid Ectoparasites in Nile Tilapia (Oreochromis niloticus Linnaeus, 1758) Using Guava Leaf Extract (Psidium guajava L., 1753). Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.
L012232014-Cover.jpg
Download (379kB) | Preview
L012232014-1-2(FILEminimizer).pdf
Download (344kB)
L012232014-dp(FILEminimizer).pdf
Download (222kB)
L012232014-fulll(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 27 August 2027.
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang. Trichodinid merupakan ektoparasit yang umum menginfeksi ikan nila dan menyebabkan kerusakan jaringan serta penurunan produktivitas budidaya. Daun jambu biji mengandung senyawa bioaktif yang berpotensi sebagai agen antiparasit alami dan ramah lingkungan. Tujuan. Trichodinid merupakan ektoparasit yang umum menginfeksi ikan nila dan menyebabkan kerusakan jaringan serta penurunan produktivitas budidaya. Daun jambu biji mengandung senyawa bioaktif yang berpotensi sebagai agen antiparasit alami dan ramah lingkungan. Metode. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental. Rancangan penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri atas 4 perlakuan dan 3 pengulangan, sehingga terdapat 12 unit percobaan. Ekstrak diperoleh melalui maserasi dengan etanol 96% dan dianalisis menggunakan GC-MS. Uji toksisitas menentukan LC₅₀-24 jam sebesar 43,65 ppm. Ikan nila terinfeksi Trichodinid secara kohabitasi, kemudian direndam 24 jam dalam ekstrak dengan dosis 10, 20, dan 30 ppm, serta kontrol (0 ppm). Parameter yang diamati meliputi prevalensi, intensitas, kelangsungan hidup, kualitas air, dan histopatologi kulit serta insang. Data dianalisis menggunakan ANOVA dan uji lanjut Tukey (α = 0,05). Hasil. GC-MS mengidentifikasi senyawa dominan humulene (6.73%), caryophyllene (5.87%), 10,10-dimethyl-2,6dimethylenebicyclo[7.2.0]undecan-5β-ol (4.80%), dan vitamin E (4.48%) yang memiliki aktivitas antiparasit, antiinflamasi, dan imunostimulan. Nilai LC₅₀-24 jam tercatat sebesar 43.65 ppm. Perlakuan dengan ekstrak etanol daun jambu biji berpengaruh signifikan terhadap prevalensi (p = 0.024), intensitas (p = 0.025), dan kelangsungan hidup ikan (p = 0.028). Dosis 30 ppm menurunkan prevalensi hingga 38.1% dan intensitas 41.3%, sedangkan kelangsungan hidup tertinggi (93%) diperoleh pada dosis 10 ppm. Semua perlakuan berada dalam kisaran kualitas air yang tetap optimal selama penelitian. Hasil histopatologi memperlihatkan perbedaan struktur jaringan kulit dan insang antara perlakuan kontrol dan perlakuan yang diberi ekstrak, di mana perlakuan ekstrak etanol daun jambu biji menunjukkan kerusakan jaringan yang lebih ringan. Kesimpulan. Pemberian ekstrak etanol daun jambu biji pada ikan nila yang terinfeksi Trichodinid menghasilkan perbedaan signifikan dibandingkan perlakuan kontrol, baik dalam hal prevalensi dan intensitas infeksi, tingkat kelangsungan hidup, maupun kondisi histopatologis jaringan. Hasil ini menunjukkan potensi ekstrak etanol daun jambu biji sebagai agen pengendali alami terhadap infeksi parasit dalam sistem budidaya ikan.
Keyword : GC-MS, histopatologi, ikan nila, LC50, Psidium guajava, Trichodinid.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | GC-MS, histopathology, tilapia, LC50, Psidium guajava, Trichodinid. |
| Subjects: | Q Science > Q Science (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan > Ilmu Perikanan |
| Depositing User: | S.Sos Rasman - |
| Date Deposited: | 24 Feb 2026 02:32 |
| Last Modified: | 24 Feb 2026 02:32 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/53883 |
