NATASYA, STELLA (2025) KARAKTERISASI MIKROBA TANAH PADA LAHAN SAWAH TADAH HUJAN DAN SAWAH IRIGASI DI KECAMATAN GALESONG SELATAN = Characterization of Soil Microbes in Rainfed and Irrigated Rice Fields in South Galesong District. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
G051221013-Qf9aTvopWNgPBKMq-20260109133144.jpeg
Download (318kB) | Preview
G051221013-1-2.pdf
Download (924kB)
G051221013-dp.pdf
Download (455kB)
G051221013-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 1 December 2027.
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
STELLA NATASYA. Karakterisasi Mikroba Tanah Pada Lahan Sawah Tadah Hujan Dan Sawah Irigasi Di Kecamatan Galesong Selatan (dibimbing oleh Prof Dr. Ir. Burhanuddin Rasyid M.Sc). Latar Belakang. Sektor pertanian, khususnya sawah, memiliki peran penting dalam ketahanan pangan, mikroorganisme tanah seperti bakteri dan jamur berkontribusi pada kesuburan tanah, fiksasi nitrogen, dan daur ulang hara. Perbedaan sistem pengairan antara sawah irigasi dan sawah tadah hujan berpotensi memengaruhi aktivitas dan keragaman mikroba tanah. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi mikroba tanah pada lahan sawah tadah hujan dan sawah irigasi, kelimpahan populasi dan morfologi mikroba tanah pada kedua tipe lahan tersebut. Metode. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode purposive sampling pada 9 titik sawah tadah hujan dan 6 titik sawah irigasi. Karakterisasi mikroba meliputi isolasi, perhitungan total populasi bakteri dan jamur dengan metode Plate Count, pengamatan morfologi koloni, dan uji Gram menggunakan KOH 3%. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa populasi bakteri jauh lebih tinggi dibandingkan jamur pada seluruh titik, baik di sawah tadah hujan maupun irigasi. Populasi bakteri tertinggi terdapat pada sawah irigasi (T3ir) sebesar 1,425 × 10⁹ cfu/g tanah, sedangkan populasi jamur tertinggi juga ditemukan pada sawah irigasi (T2ir) sebesar 3,70 × 10⁴ cfu/g tanah. Sebanyak 42 isolat bakteri berhasil diperoleh dengan morfologi koloni yang beragam. Uji Gram (KOH 3%) menunjukkan dominasi bakteri Gram negatif (23 isolat) dibandingkan Gram positif (19 isolat). Jamur yang teridentifikasi meliputi Penicillium sp. dan Aspergillus sp. Kesimpulan. Sawah irigasi memiliki populasi mikroba lebih tinggi dengan bakteri tertinggi 1,425 × 10⁹ cfu/g (T3ir) dan jamur tertinggi 3,70 × 10⁴ cfu/g (T2ir). Bakteri tetap lebih dominan di semua titik dan didominasi Gram negatif, sedangkan jamur yang muncul adalah Penicillium sp. dan Aspergillus sp.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kata Kunci: mikroorganisme; tanah; sawah tadah hujan; sawah irigasi |
| Subjects: | S Agriculture > S Agriculture (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Pertanian > Ilmu Tanah |
| Depositing User: | Nasyir Nompo |
| Date Deposited: | 24 Feb 2026 02:28 |
| Last Modified: | 24 Feb 2026 02:28 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/53882 |
