PUTRA, SATRIA PRATAMA (2025) Dampak Kebijakan Renewable Energy Directive II dan European Union Deforestation Regulation Terhadap Hubungan Indonesia – Uni Eropa = The Impact of the Renewable Energy Directive II and the European Union Deforestation Regulation on Indonesia–European Union Relations. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
E061211032-ElXpJkDxrtB0iwcm-20250509204807.jpg
Download (349kB) | Preview
E061211032-1-2.pdf
Download (385kB)
E061211032-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 7 May 2027.
Download (1MB)
E061211032- Text.pdf
Restricted to Repository staff only until 9 May 2027.
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
Satria Pratama Putra, (E061211032), “Dampak Kebijakan Renewable Energy Directive II dan European Deforestation Regulation terhadap Hubungan Indonesia – Uni Eropa”, dibawah bimbingan Nurjannah Abdullah, S.IP, M.A, selaku pembimbing pada Departemen Ilmu Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Hasanuddin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi Indonesia dalam menghadapi regulasi Uni Eropa terkait ekspor minyak sawit yaitu, Renewable Energy Directive II (RED II) dan European Union Deforestation Regulation (EUDR), dengan menggunakan pendekatan teori Global Environmental Governance (GEG) dan Rezim Internasional. Dalam penelitian ini, konsep Green Protectionism digunakan untuk memahami bagaimana Uni Eropa bertindak sebagai rule-maker yang menetapkan standar lingkungan yang berpotensi bersifat diskriminatif terhadap minyak sawit Indonesia. Selain itu, penelitian ini juga menggunakan pendekatan diplomatik, diversifikasi pasar, dan penguatan standar keberlanjutan untuk mengeksplorasi strategi adaptasi Indonesia dalam menghadapi kebijakan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan RED II dan EUDR tidak hanya didasarkan pada kepentingan lingkungan, tetapi juga mencerminkan praktik Green Protectionism yang menguntungkan industri minyak nabati domestik Uni Eropa seperti minyak bunga matahari dan kedelai. Indonesia merespons dengan menggugat kebijakan tersebut melalui World Trade Organization (WTO), memperkuat kerja sama dengan Association of South East Asia Nation (ASEAN), serta memperluas pasar ekspor ke negara-negara non-Uni Eropa seperti India dan Tiongkok. Selain itu, Indonesia juga mengembangkan sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) sebagai standar keberlanjutan nasional yang dapat meningkatkan daya saing minyak sawit di pasar global. Prospek keberlanjutan ekspor minyak sawit Indonesia ke Uni Eropa sangat bergantung pada dinamika kebijakan perdagangan global dan efektivitas strategi diplomasi yang diterapkan oleh pemerintah.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Minyak Sawit, Larangan Impor, Uni Eropa, RED II, EUDR, Perdagangan Internasional, Keberlanjutan, Green Protectionism |
| Subjects: | J Political Science > JA Political science (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Hubungan Internasional |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 20 Feb 2026 03:53 |
| Last Modified: | 20 Feb 2026 03:53 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/53673 |
