KONSTRUKSI SOSIAL TRADISI MANGNGARO PADA MASYARAKAT KECAMATAN NOSU KABUPATEN MAMASA SULAWESI BARAT = SOCIAL CONSTRUCTION OF THE MANGNGARO TRADITION IN THE COMMUNITY OF NOSU DISTRICT, MAMASA REGENCY, WEST SULAWESI


KOAN, SERLI (2025) KONSTRUKSI SOSIAL TRADISI MANGNGARO PADA MASYARAKAT KECAMATAN NOSU KABUPATEN MAMASA SULAWESI BARAT = SOCIAL CONSTRUCTION OF THE MANGNGARO TRADITION IN THE COMMUNITY OF NOSU DISTRICT, MAMASA REGENCY, WEST SULAWESI. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
E031201007-FNOV2bqBGJQ6ePIz-20250508150230.jpg

Download (360kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
E031201007-1-2.pdf

Download (295kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
E031201007-dp.pdf

Download (144kB)
[thumbnail of Full Text] Text (Full Text)
E031201007-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 25 April 2027.

Download (2MB)

Abstract (Abstrak)

Serli Koan, E031201007. Konstruksi Sosial Tradisi Mangngaro pada Masyarakat Kecamatan Nosu Kabupaten Mamasa Sulawesi Barat. Dibimbing oleh Dr. Muh. Iqbal Latief, M.Si Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin. Latar Belakang. Tradisi Mangngaro merupakan tradisi masyarakat Kecamatan Nosu, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat yakni dengan mengeluarkan jenazah orang mati dari dalam kubur untuk dilakukan perbaikan ulang pada bungkusnya. Tradisi Mangngaro muncul dari hasil konstruksi sosial dalam masyarakat sehingga dalam penelitian ini ingin melihat bagaimana masyarakat memandang tradisi ini dan bagaimana proses konstruksi sosial sampai tradisi Mangngaro ini menjadi sebuah tradisi yang terus dipertahankan oleh masyarakat di Kecamatan Nosu. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses kontruksi sosial tradisi Mangngaro dan manfaat yang dirasakan oleh masyarakat Kecamatan Nosu Kabupaten Mamasa Sulawesi Barat. Metode. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan tipe deskriptif. Hasil. Tradisi Mangngaro merupakan salah satu tradisi yang masih terus dilakukan dan dilestarikan oleh masyarakat Kecamatan Nosu sampai saat ini. Hasil konstruksi sosial tradisi Mangngaro pada masyarakat Kecamatan Nosu ini menunjukkan bahwa tradisi Mangngaro masih dianggap utang oleh masyarakat jika belum dilakukan. Tradisi Mangngaro dimaknai masyarakat masih rangkaian dari upacara Rambu Solo sehingga pelaksanaanya dianggap mutlak untuk dilakukan satu kali. Sebagai sebuah kebiasaan yang yang muncul dan berkembang dalam masyarakat, tradisi Mangngaro ini tidak muncul secara tiba-tiba namun telah melaui proses panjang untuk dapat dipahami dan diterima oleh masyarakat. Bagi masyarakat, tradisi Mangngaro ini merupakan bentuk ungkapan kasih sayang mereka kepada orang tua atau keluarga yang sudah lebih dulu pergi, selain itu pelaksanaan Mangngaro ini juga dimanfaatkan sebagai ajang reuni keluarga. Oleh karena itu upaya menjaga dan melestarikan tradisi ini sangat penting untuk terus mewariskan nilai-nilai dan norma sosial serta mempererat rasa kebersamaan dan kekeluargaan baik dengan semua rumpun keluarga, maupun dengan masyarakat luas.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Konstruksi Sosial, Tradisi Mangngaro, Masyarakat
Subjects: H Social Sciences > HM Sociology
Divisions (Program Studi): Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Sosiologi
Depositing User: Unnamed user with username pkl2
Date Deposited: 18 Feb 2026 02:26
Last Modified: 18 Feb 2026 02:26
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/53637

Actions (login required)

View Item
View Item