ASIRI, A. ANBAR PERTIWI (2025) EFEK PEMBERIAN SAFFRON (Crocus sativus) TERHADAP GAMBARAN HISTOLOGI RENAL PADA TIKUS DIABETES YANG DIINDUKSI DIET TINGGI LEMAK TINGGI GLUKOSA DAN STREPTOZOTOCIN DOSIS RENDAH = THE EFFECT OF SAFFRON (Crocus sativus) ON KIDNEY HISTOLOGY IN DIABETIC RATS INDUCED BY A HIGH-FAT HIGH-GLUCOSE DIET AND LOW DOSE STREPTOZOTOCIN. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.
P062231050-Pb6KXSn8HMG2TkEL-20250806133635.jpg
Download (384kB) | Preview
P062231050-1-2.pdf
Download (380kB)
P062231050-dp.pdf
Download (85kB)
P062231050-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 4 August 2027.
Download (5MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang. Nefropati diabetik merupakan komplikasi umum dan serius dari diabetes mellitus tipe 2 (DMT2), yang dipicu oleh hiperglikemia kronis, stres oksidatif, inflamasi, dan fibrosis progresif. Saffron (Crocus sativus), tanaman obat, telah menunjukkan efek anti-inflamasi dan antioksidan yang menjanjikan dalam berbagai model. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efek perlindungan ekstrak saffron pada fungsi renal dan perubahan histologis pada tikus diabetes yang diinduksi oleh diet tinggi lemak tinggi glukosa (HFHGD) dan streptozotocin (STZ) dosis rendah. Metode. Sebanyak tujuh belas tikus galur Wistar jantan dibagi secara acak ke dalam empat kelompok yaitu kelompok K- (kontrol non-diabetes, n=4), kelompok Kd (kontrol diabetes, n=5), kelompok P1 (diabetes+saffron dosis 20 mg/kgBB, n=4), dan P2 (diabetes+saffron dosis 60 mg/kgBB, n=4). Penelitian dilakukan selama 12 minggu; minggu ke-1 hingga ke-8, diberikan intervensi model diabetes tipe 2, dan pemberian perlakuan ekstrak saffron secara oral pada minggu ke-9 hingga ke-12. Berat renal, nitrogen urea darah (BUN), dan kreatinin diukur. Penilaian histopatologi jaringan renal dilakukan untuk mengevaluasi perubahan parameter jaringan glomerular, endotel, tubulointerstisial dan tubular secara semi-kuantitatif. Hasil. Kelompok kontrol diabetes (Kd) menunjukkan peningkatan signifikan (p<0.05) pada berat renal dan kadar BUN. Sementara itu, kadar kreatinin tetap dalam kisaran normal di semua kelompok. Parameter perubahan histologis pada renal diamati pada jaringan glomerular, endotel dan tubular nampak terjadi perubahan struktur dengan area kerusakan < 10% sedangkan pada jaringan tubular terjadi kerusakan dengan area 10-25%. Analisis statistik menunjukkan perbedaan signifikan antara kelompok P2 dengan kelompok Kd (p <0.05), dengan ekstrak saffron dosis 60 mg/kgBB menunjukkan penurunan berat renal dan perbaikan kadar BUN. Selain itu, parameter jaringan glomerular dan endotel mengalami penghambatan perubahan histologis serta parameter jaringan tubulointerstisial dan tubular menunjukkan penurunan kadar inflamasi pada jaringan. Kesimpulan. Ekstrak saffron pada dosis 60 mg/kgBB berpotensi sebagai renoprotektif terhadap tikus model diabetes mellitus tipe 2.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kata kunci: Crocus sativus; ekstrak saffron; diabetes mellitus tipe 2; streptozotocin; Renal. |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions (Program Studi): | Program Pascasarjana > Ilmu Biomedik |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 13 Feb 2026 01:36 |
| Last Modified: | 13 Feb 2026 01:36 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/53537 |
