SUWARDI, ARMY DWI ISRAYANTI (2025) HUBUNGAN ANTARA PARAMETER ANTROPOMETRI DAN KADAR WINGLESS TYPE INDUCIBLE SIGNALING PATHWAY PROTEIN 1 (WISP1) SERUM PADA SUBJEK DEWASA MUDA NON DIABETES MELITUS = RELATIONSHIP BETWEEN ANTHROPOMETRIC PARAMETERS AND SERUM LEVELS OF WINGLESS TYPE INDUCIBLE SIGNALING PATHWAY PROTEIN 1 (WISP1) IN YOUNG ADULT SUBJECTS WITH NON DIABETES MELITUS. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.
P062231013-xrgstT8E9m6HiLyo-20250820180643.jpg
Download (426kB) | Preview
P062231013-1-2.pdf
Download (543kB)
P062231013-dp.pdf
Download (397kB)
P062231013-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 19 August 2027.
Download (3MB)
Abstract (Abstrak)
ARMY DWI ISRAYANTI SUWARDI. Hubungan antara parameter antropometri dan kadar wingless type inducible signaling pathway protein 1 (WISP1) serum pada subjek dewasa muda non diabetes melitus (dibimbing oleh Liong Boy Kurniawan, Uleng Bahrun). Latar belakang. Indeks antropometri memainkan peran penting dalam mengidentifikasi risiko malnutrisi dan obesitas. Di antaranya, indeks massa tubuh (IMT) adalah salah satu indikator yang paling banyak digunakan untuk mengklasifikasikan status gizi ke dalam beberapa kategori seperti berat badan kurang, berat badan normal, berat badan berlebih, dan obesitas. Menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, prevalensi obesitas nasional dilaporkan sebesar 21,8%, yang menyoroti pentingnya surveilans IMT dalam konteks kesehatan masyarakat. Tujuan. Penelitian ini untuk menganalisis hubungan antara parameter antropometri dan kadar serum wingless type Inducible signaling pathway protein 1 (WISP1) pada orang dewasa muda nondiabetes. Metode. Peserta yang memenuhi syarat (n= 77 responden) menjalani serangkaian penilaian fisik dan biokimia, termasuk pengukuran tinggi badan, berat badan, lingkar perut, lingkar panggul, IMT, Waist Hip to Ratio (WHR), glukosa darah puasa, dan konsentrasi WISP1 serum. Analisis data menggunaan perangkat Statistical Package For The Social Sciences (SPSS) versi 26. Metode statistik yang digunakan adalah perhitungan statistik deskriptif (range, median, mean, standar deviasi dan sebaran data) dan uji statistik. Distribusi data WISP1 serum dinilai menggunakan uji normalitas Kolgomorov-Smirnov dan uji Korelasi Spearman. Data dikelompokkan berdasarkan usia, jenis kelamin, dan status gizi. Hasil. Peserta berusia antara 18 dan 40 tahun, dengan distribusi yang merata dalam subkelompok usia 26-40 tahun. Perempuan memiliki proporsi yang sedikit lebih tinggi dari sampel (54,5%). Berdasarkan klasifikasi IMT, 43% subjek memiliki berat badan normal, 30% kelebihan berat badan, dan 19% dikategorikan sebagai obesitas. Di antara individu yang mengalami obesitas, pria cenderung memiliki WHR yang lebih kecil dibandingkan dengan wanita yang mengalami obesitas. Nilai WHR lebih tinggi pada individu yang mengalami obesitas, terutama di antara 30% pria obesitas dan 39% wanita obesitas, yang mengindikasikan adanya akumulasi lemak sentral yang signifikan. Koefisien korelasi Spearman adalah sebagai berikut: IMT (r = -0.060, p = 0.605), lingkar perut (r = -0.105, p = 0.365), lingkar panggul (r = -0.133, p = 0.250), dan WHR (r = -0.128, p = 0.269). Kesimpulan. Tidak ada korelasi yang signifikan yang diamati antara parameter antropometrik dan kadar WISP1 serum.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kata kunci: WISP1, Antropometri, IMT, WHR, obesitas, risiko metabolik |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions (Program Studi): | Program Pascasarjana > Ilmu Biomedik |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 13 Feb 2026 01:19 |
| Last Modified: | 13 Feb 2026 01:19 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/53528 |
