IDENTIFIKASI 14 ISOLAT JAMUR PELARUT FOSFAT HASIL DARI EKSPLORASI LAHAN REVEGETASI DI PT. VALE INDONESIA Tbk = IDENTIFICATION OF 14 PHOSPHATE PRODUCING FUNGAL ISOLATES FROM REVEGETATION LAND EXPLORATION PT. VALE INDONESIA Tbk


BILA, SALSAH (2025) IDENTIFIKASI 14 ISOLAT JAMUR PELARUT FOSFAT HASIL DARI EKSPLORASI LAHAN REVEGETASI DI PT. VALE INDONESIA Tbk = IDENTIFICATION OF 14 PHOSPHATE PRODUCING FUNGAL ISOLATES FROM REVEGETATION LAND EXPLORATION PT. VALE INDONESIA Tbk. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
G016211049-ioPhQG9XU8x3YOIe-20250724223416.jpeg

Download (75kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
G016211049-1-2.pdf

Download (25kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
G016211049-dp.pdf

Download (199kB)
[thumbnail of Fulltext] Text (Fulltext)
G016211049-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 7 July 2027.

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

Salsah bila, Identifikasi 14 Isolat Jamur Penghasil Fosfat Hasil Eksplorasi Lahan Revegetasi Di PT. Vale Indonesia Tbk. ( Dibimbing oleh Siti Halimah Larekeng). Latar Belakang. Indonesia adalah negara yang memiliki banyak sumber daya alam, termasuk sektor pertambangan yang memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian. Salah satu komoditas utama di sektor ini adalah nikel, yang dikelola oleh PT Vale Indonesia. Penambangan nikel menggunakan metode terbuka menyebabkan perubahan pada lanskap, kerusakan pada vegetasi, dan gangguan pada sifat fisik, kimia, serta biologi tanah. Untuk mengembalikan fungsi tanah salah satu pendekatan yang dapat digunakan adalah pemanfaatan jamur pelarut fosfat (JPF) yang mampu meningkatkan ketersediaan fosfat yang sangat dibutuhkan oleh tanaman, terutama pada lahan bekas tambang. Tujuan. Penelitian ini mengisolasi dan mengidentifikasi JPF pada lahan revegetasi tahun 2002 di PT. Vale Indonesia. Parameter yang diamati yaitu kepadatan populasi JPF, indeks kelarutan fosfat, serta mengidentifikasi karakteristik makroskopis dan mikroskopis jamur. Penelitian ini menunjukkan lima genus JPF, yaitu Aspergillus, Penicillium, Cladosporium, Acremonium ,dan Paecilomyes. Nilai IKF tertinggi tercatat pada isolat PC/2 Sebesar 1,35 namun secara keseluruhan aktivitas pelarutan fosfat oleh JPF tergolong rendah. Penelitian ini menunjukkan bahwa JPF memiliki potensi untuk digunakan sebagai biofertilizer dalam mendukung rehabilitas lahan pasca-tambang secara berkelanjutan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Kata kunci: Aspergilus, Jamur Pelarut Fosfat, Pasca-tambang, Penicillium, Revegetasi.
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Vokasi > Teknologi Produksi Tanaman Pangan
Depositing User: Nasyir Nompo
Date Deposited: 12 Feb 2026 01:29
Last Modified: 12 Feb 2026 01:29
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/53484

Actions (login required)

View Item
View Item