PROBLEMATIKA KELANGKAAN AIR DAN BANJIR: SEBUAH REALITAS KEHIDUPAN MASYARAKAT = THE PROBLEM OF WATER SCARCITY AND FLOODING: A REALITY OF COMMUNITY LIFE


WULAN, SANDRA (2025) PROBLEMATIKA KELANGKAAN AIR DAN BANJIR: SEBUAH REALITAS KEHIDUPAN MASYARAKAT = THE PROBLEM OF WATER SCARCITY AND FLOODING: A REALITY OF COMMUNITY LIFE. Disertasi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of cover]
Preview
Image (cover)
P033221009-En35Wirk8YlPfRtS-20250820110736.jpg

Download (406kB) | Preview
[thumbnail of bab 1-2] Text (bab 1-2)
P033221009-1-2.pdf

Download (565kB)
[thumbnail of dapus] Text (dapus)
P033221009-dp.pdf

Download (351kB)
[thumbnail of full teks] Text (full teks)
P033221009-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 7 August 2027.

Download (7MB)

Abstract (Abstrak)

SANDRA WULAN. Problematika Kelangkaan Air dan Banjir: Sebuah Realitas Kehidupan Masyarakat (Dibimbing oleh Hamka Naping, Darhamsyah dan Azri Rasul). Latar Belakang. Kelangkaan air adalah krisis global yang mendesak yang tidak dapat diabaikan. Penurunan kuantitas dan kualitas, bersama dengan terbatasnya akses ke kepemilikan, telah mengganggu esensi air sebagai pusat kehidupan. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengeksplorasi bagaimana pengalaman hidup masyarakat dalam menghadapi kelangkaan air mempengaruhi kehidupan mereka 2) menganalisis ragam kecerdasan ekologis dan 3) menentukan strategi adaptif inovatif yang dapat digunakan untuk mengatasi krisis tersebut. Metode. Studi berpusat di Desa Romang Tangaya, Makassar, Indonesia, di mana penduduk bergulat dengan dua kenyataan yang sangat berlawanan yaitu kurangnya akses terhadap air bersih dan banjir yang terjadi terus menerus. Melalui wawancara semi-terstruktur dengan 8 (delapan) orang partisipan, kami menggunakan pendekatan fenomenologi interpretatif dan grounded theory dalam mengungkap pengalaman mereka. Untuk menjunjung tinggi integritas dan kredibilitas penelitian ini, kami menggunakan teknik analisis data yang digariskan oleh Moustakas (1996) dan Charmaz (2000). Hasil. Tema-tema utama muncul dari temuan termasuk penilaian terperinci tentang infrastruktur yang ada; beragam ekspresi kecerdasan ekologis yang tercermin dalam dimensi kognitif, perilaku, dan teknologi, bersama dengan pengetahuan lokal unik yang secara efektif mengantisipasi banjir; perjuangan emosional dalam berdamai dengan situasi mereka; dan adaptasi inovatif yang telah dikembangkan oleh masyarakat. Sebagian besar partisipan mengaitkan kelangkaan air terutama karena infrastruktur yang tidak memadai, sementara ketergantungan yang kuat pada mata pencaharian lokal mendorong banyak orang untuk menolak relokasi dan malah memilih untuk beradaptasi dengan keadaan mereka yang menantang. Untuk meningkatkan kemampuan beradaptasi ini, beberapa strategi konstruktif dapat diterapkan. Ini termasuk melakukan sistem pemanenan air hujan guna mengumpulkan dan menyimpan air untuk periode kemarau dan banjir, menerapkan metode pengolahan air tanah sederhana sehingga air yang tersedia aman untuk digunakan, dan mengembangkan inisiatif rekayasa budaya seperti program peningkatan kapasitas berbasis masyarakat untuk mengembangkan kecerdasan ekologis. Kesimpulan. Penelitian ini menguatkan bahwa melalui pendekatan terpadu dan inklusif, kita dapat secara efektif mengubah krisis air yang ada menjadi peluang konstruktif untuk memperkuat masyarakat dan memelihara harapan untuk masa depan.

Item Type: Thesis (Disertasi)
Uncontrolled Keywords: kelangkaan air, banjir, fenomenologi, kecerdasan ekologis, adaptasi
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
Divisions (Program Studi): Program Pascasarjana > Ilmu Lingkungan
Depositing User: Unnamed user with username pkl2
Date Deposited: 09 Feb 2026 06:00
Last Modified: 09 Feb 2026 06:00
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/53346

Actions (login required)

View Item
View Item