ANALISIS MODEL TRIPLE HELIX UNTUK MENUNJANG KINERJA PENYULUHAN DALAM PEMBERDAYAAN PETANI DI NUSA TENGGARA BARA = ANALYSIS OF THE TRIPLE HELIX MODEL TO SUPPORT EXTENSION WORK IN EMPOWERING FARMERS IN WEST NUSA TENGGARA


WULANDARI, WULANDARI (2025) ANALISIS MODEL TRIPLE HELIX UNTUK MENUNJANG KINERJA PENYULUHAN DALAM PEMBERDAYAAN PETANI DI NUSA TENGGARA BARA = ANALYSIS OF THE TRIPLE HELIX MODEL TO SUPPORT EXTENSION WORK IN EMPOWERING FARMERS IN WEST NUSA TENGGARA. Disertasi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of cover]
Preview
Image (cover)
P023222007-MH0GEVAcOFXRuIPK-20250722101603.jpg

Download (67kB) | Preview
[thumbnail of bab 1-2] Text (bab 1-2)
P023222007-1-2.pdf

Download (78kB)
[thumbnail of dapus] Text (dapus)
P023222007-dp.pdf

Download (239kB)
[thumbnail of full teks] Text (full teks)
P023222007-fulllll.pdf
Restricted to Repository staff only until 15 July 2027.

Download (3MB)

Abstract (Abstrak)

WULANDARI. ANALISIS MODEL TRIPLE HELIX UNTUK MENUNJANG KINERJA PENYULUHAN DALAM PEMBERDAYAAN PETANI DI NUSA TENGGARA BARAT (dibimbing oleh Sitti Bulkis, M. Saleh S. Ali, dan Muh. Hatta Jamil). Dalam system penyuluhan terdapat sejumlah pemangku kepentingan (stakeholder) yang satu sama lain memerlukan suatu kerangka kerja kolaboratif agar penyuluhan dapat terselenggara dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja penyuluhan, peran aktor dalam kolaborasi komponen triple helix terhadap kinerja penyuluhan, serta merumuskan model kinerja penyuluhan dalam pemberdayaan petani di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Pada topik pertama dan kedua penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif untuk menggambarkan kinerja penyuluhan serta kolaborasi aktor dalam menunjang penyelenggaraan penyuluhan sebagai upaya pemberdayaan petani. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara kepada informan yang memiliki keterlibatan langsung dengan kinerja penyuluhan. Pada topik ketiga penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis data berbasis Structural Equation Modelling-Partial Least Square (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Kinerja penyuluhan mampu menganalisis isu permasalahan pembangunan pertanian dan mengembangkan program sesuai tujuan, namun terkendala oleh layanan penyuluhan yang belum optimal dalam mendampingi petani; (2) Kolaborasi aktor mendukung atau tidak resisten terhadap seluruh tujuan dan membantu dalam penyelenggaraan penyuluhan, meskipun akademisi tidak berkontribusi langsung dalam pendampingan petani; (3) Rumusan model penyuluhan yang terbentuk yaitu optimalisasi peran penyuluh pertanian dengan melibatkan dinas pertanian, akademisi, BSIP dan pelaku usaha. Kolaborasi aktor diharapkan tidak saja menjadikan petani sebagai obyek namun mampu bertindak sebagai subjek yang secara aktif berpartisipatif dalam kegiatan penyuluhan. Hal ini menjadi solusi penyelenggaraan penyuluhan melalui peran tunggal penyuluh yang belum mampu menyediakan informasi sesuai kebutuhan petani.

Item Type: Thesis (Disertasi)
Uncontrolled Keywords: Kata Kunci: kinerja penyuluhan, kolaborasi aktor, rumusan model, pemberdayaan.
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
Divisions (Program Studi): Program Pascasarjana > Studi Pembangunan
Depositing User: Unnamed user with username pkl2
Date Deposited: 06 Feb 2026 05:56
Last Modified: 06 Feb 2026 05:56
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/53300

Actions (login required)

View Item
View Item