Pembangunan Berkelanjutan Lanskap Pascatambang Berorientasi Pertanian = Advancing Sustainable Development in Post-Mining Landscapes Through Agricultural Transformation


SIAHAAN, JUSTAN RIDUAN (2025) Pembangunan Berkelanjutan Lanskap Pascatambang Berorientasi Pertanian = Advancing Sustainable Development in Post-Mining Landscapes Through Agricultural Transformation. Disertasi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of cover]
Preview
Image (cover)
P023221005-UGaqj52izQovJeNZ-20250731160753.jpg

Download (182kB) | Preview
[thumbnail of bab 1-2] Text (bab 1-2)
P023221005-1-2.pdf

Download (2MB)
[thumbnail of dapus] Text (dapus)
P023221005-dp.pdf

Download (663kB)
[thumbnail of full teks] Text (full teks)
P023221005-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 28 July 2027.

Download (11MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang. Lanskap pascatambang di Indonesia mencerminkan paradoks antara kekayaan sumber daya dengan degradasi ekologi. Meskipun pendapatan dari sektor ekstraktif cukup besar, masyarakat pedesaan sering kali tetap hidup dalam kemiskinan, mengalami pelemahan institusi, serta kerusakan ekosistem yang parah. Kompleksitas tantangan ini menuntut pendekatan baru terhadap keberlanjutan yang melampaui sekadar rehabilitasi teknis dan mencakup transformasi institusional, perilaku, dan komunitas. Disertasi ini mengintegrasikan empat artikel ilmiah untuk membangun model pembangunan berkelanjutan yang bersifat multi-teoretis dan berorientasi kebijakan dalam konteks pascatambang. Tujuan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan: (1) kerangka dasar integrasi institusional dan perilaku, (2) model pengukuran kinerja Triple Bottom Line (TBL), (3) model pembangunan komunitas yang berpusat pada pemberdayaan dan perencanaan inklusif, dan (4) model kesiapan transformasi yang mengevaluasi faktor pendorong dan pendukung keberlanjutan. Keempat artikel ini diintegrasikan dalam satu teori utama: Kerangka TULANG (Transformasi untuk Lanskap Unggul), yang mensintesis Teori Pemangku Kepentingan, Teori Legitimasi, dan Theory of Planned Behavior. Metode. Penelitian ini menggunakan pendekatan meta-sintesis kualitatif berbasis perangkat lunak NVivo, dengan menganalisis lebih dari 1.300 kutipan literatur yang dikodekan ke dalam 80 simpul anak (child nodes), yang dikelompokkan ke dalam 10 kategori utama (parent nodes) berdasarkan tema. Hasil. Temuan menunjukkan bahwa keberlanjutan paling mungkin tercapai ketika legitimasi institusional, agensi komunitas, skema pembiayaan CSR, desain agroekologis, dan kesiapan perilaku saling selaras. Kerangka reframing menegaskan bahwa penyelarasan antara legitimasi institusional dan kesiapan perilaku—melalui transparansi CSR, tata kelola partisipatif, dan kepercayaan masyarakat—merupakan prasyarat awal bagi transformasi; Model kinerja TBL menunjukkan bahwa revitalisasi ekonomi, pemulihan ekologi, dan inklusi sosial harus diukur dan dimonitor secara seimbang demi memastikan keberlanjutan; Model Pembangunan Komunitas menemukan bahwa pemberdayaan melalui kepemimpinan petani, perencanaan tata guna lahan yang inklusif, dan pelatihan yang sensitif gender memperkuat kepemilikan jangka panjang terhadap lahan rehabilitasi; dan Model Kesiapan Transformasi memperkenalkan instrumen asesmen kesiapan, yang menunjukkan bahwa transisi berkelanjutan difasilitasi oleh kontrol perilaku yang dirasakan, optimisme komunitas, dan dukungan institusional yang memadai. Kesimpulan. Kesimpulan utama menyatakan bahwa transformasi pascatambang bukanlah proses teknis linear, melainkan perjalanan partisipatif yang berakar pada legitimasi, kolaborasi, dan visi jangka panjang. Rekomendasi kebijakan mencakup: integrasi lintas sektor dalam CSR, perencanaan tata ruang partisipatif, model agroforestri yang berpusat pada petani, serta tata kelola adaptif yang didasarkan pada kepercayaan masyarakat. Studi ini berkontribusi pada peta jalan pembangunan berkelanjutan yang berbasis lokasi, berorientasi kinerja, dan adil secara sosial bagi masa depan lanskap pedesaan pascatambang Indonesia.

Item Type: Thesis (Disertasi)
Uncontrolled Keywords: post-mining sustainability, community empowerment, triple bottom line (TBL), cocoa-based agriculture, institutional integration, participatory governance, institutional trust, behavioral change dynamics, CSR co-financing, transformation readiness
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
Divisions (Program Studi): Program Pascasarjana > Studi Pembangunan
Depositing User: Unnamed user with username pkl2
Date Deposited: 06 Feb 2026 03:43
Last Modified: 06 Feb 2026 03:43
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/53282

Actions (login required)

View Item
View Item