AISYAH, SITTI (2025) Gambaran Tingkat Kemandirian pada Pra-Lansia dan Lansia dengan Katarak di RSPTN Universitas Hasanuddin dan RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar = PICTURE OF INDEPENDENCE LEVEL IN PRE-ELDERLY AND ELDERLY WITH CATARACTS AT RSPIN HASANUDDIN UNIVERSITY AND DR. WAHIDIN SUDIROHUSODO GENERAL HOSPITAL MAKASSAR. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
R011211132-T9MA7BSboVh06jDE-20250124152453.jpg
Download (49kB) | Preview
R011211132-1-2.pdf
Download (4MB)
R011211132-dp.pdf
Download (738kB)
R011211132-full.pdf
Restricted to Repository staff only until 8 January 2027.
Download (2MB)
Abstract (Abstrak)
Sitti Aisyah. R011211132. GAMBARAN TINGKAT KEMANDIRIAN PADA LANSIA DENGAN KATARAK DI RSPTN UNIVERSITAS HASANUDDIN DAN RSUP DR. WAHIDIN SUDIROHUSODO MAKASSAR, dibimbing oleh Andi Masyitha Irwan. Latar Belakang: Katarak adalah salah satu penyebab utama gangguan penglihatan pada lansia, yang berdampak signifikan terhadap kemandirian dalam aktivitas sehari-hari (ADL). Penurunan kemampuan ini dapat memengaruhi kualitas hidup individu. Di Indonesia, khususnya di Sulawesi Selatan, prevalensi katarak di kalangan lansia terus meningkat, sehingga penting untuk mengeksplorasi tingkat kemandirian mereka. Tujuan: Diketahuinya gambaran tingkat kemandirian pada pra-lansia dan lansia dengan katarak di RSPTN Universitas Hasanuddin dan RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar. Metode: Penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian deskriptif yang dilakukan pada 65 responden menggunakan Indeks Katz untuk mengukur tingkat kemandirian dalam enam aktivitas dasar harian. Teknik pengambilan sampling menggunakan non probability sampling yaitu purposive sampling. Hasil: Mayoritas responden adalah perempuan berusia 60 tahun ke atas (60%). Hampir setengan responden lansia mandiri dalam aktivitas sehari-hari (49.2%), meski ada ketergantungan pada berpindah posisi pada pra-lansia (4.6%) dan pada lansia (15.4%). Semua penderita katarak mengalami penglihatan kabur, dengan hampir setengahnya (33.8%) terkena di kedua mata pada lansia dan (20%) pra-lansia dan lansia terkena pada mata kanan. Sebanyak (29.2%) responden lansia menderita katarak 1-5 tahun dan (27.7%) pra-lansia menderita kurang dari satu tahun, dan hampir setengah (41.5%) lansia telah menjalani operasi dan (29.2%) pra-lansia telah menjalani operasi. Aktivitas luar ruangan tetap dilakukan oleh 30.8% lansia, meski beberapa aspek seperti berpindah posisi memerlukan perhatian lebih. Kesimpulan: Tingkat kemandirian pra-lansia dan lansia dengan katarak sebagian besar mandiri, meski terbatas pada beberapa aktivitas seperti berpindah posisi. Semua mengalami penglihatan kabur, dan sebagian besar telah menjalani operasi. Dukungan akses operasi dan bantuan mobilitas penting untuk meningkatkan kualitas hidup. Penelitian ini diharapkan menjadi acuan bagi tenaga kesehatan dalam merancang intervensi efektif dan mendorong penelitian lanjutan mengenai faktor yang memengaruhi kemandirian penderita katarak.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kata kunci: Kemandirian, Pra-Lansia, Lansia, Katarak, Aktivitas sehari-hari. |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Keperawatan > Keperawatan |
| Depositing User: | Nasyir Nompo |
| Date Deposited: | 06 Feb 2026 02:34 |
| Last Modified: | 06 Feb 2026 02:34 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/53275 |
