KARAKTERISTIK KITIN DARI SISIK IKAN NILA (Oreochromis niloticus) DENGAN VARIASI LAMA PERENDAMAN PADA PROSES DEPROTEINASI DAN DEMINERALISASI = Characteristics of Chitin from Tilapia (Oreochromis niloticus) Scales with Variations in Soaking Duration in the Deproteinization and Demineralization Processes


SALWA, FAARAH NUR (2025) KARAKTERISTIK KITIN DARI SISIK IKAN NILA (Oreochromis niloticus) DENGAN VARIASI LAMA PERENDAMAN PADA PROSES DEPROTEINASI DAN DEMINERALISASI = Characteristics of Chitin from Tilapia (Oreochromis niloticus) Scales with Variations in Soaking Duration in the Deproteinization and Demineralization Processes. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
L061211037-D4fqrsIN8GRJkWjE-20250929115604.jpg

Download (258kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
L061211037-1-2.pdf

Download (289kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
L061211037-dp.pdf

Download (928kB)
[thumbnail of Fulltext] Text (Fulltext)
L061211037-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 22 September 2027.

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

Kitin merupakan biopolimer alami yang dapat diperoleh dari limbah perikanan seperti sisik ikan nila (Oreochromis niloticus). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama perendaman terhadap karakteristik kimia kitin hasil ekstraksi dari sisik ikan nila. Metode yang digunakan adalah ekstraksi kitin melalui proses perendaman menggunakan larutan NaOH (deproteinasi) dan larutan HCl (demineralisasi) dengan variasi lama perendaman selama 6 jam, 12 jam, dan 24 jam. Parameter yang diamati meliputi kadar air, kadar abu, kadar nitrogen total, rendemen, serta analisis gugus fungsi menggunakan Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama perendaman berpengaruh nyata terhadap semua parameter yang diamati. Perlakuan perendaman 6 jam memberikan hasil terbaik dengan kadar air 5,65 ± 0,24%, kadar abu 0,45 ± 0,17%, kadar nitrogen total 14,4 ± 0,02%, dan rendemen 27,14 ± 0,28%. Uji FTIR pada perlakuan ini juga menunjukkan puncak khas kitin yang kuat, seperti OH stretching dan gugus Amida I, II, dan III. Sebaliknya, perendaman 12 jam dan 24 jam menyebabkan penurunan kualitas kitin. Kadar air dan kadar abu cenderung meningkat, sedangkan kadar nitrogen dan rendemen menurun. Analisis FTIR menunjukkan bahwa semakin lama perendaman, intensitas puncak gugus fungsi kitin semakin melemah bahkan nyaris tidak terdeteksi pada perlakuan 24 jam, yang mengindikasikan kerusakan struktur kitin. Dengan demikian, perendaman selama 6 jam merupakan perlakuan optimal dalam proses ekstraksi kitin dari sisik ikan nila, menghasilkan kitin dengan karakteristik kimia dan struktur terbaik. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi pengembangan pemanfaatan limbah sisik ikan sebagai sumber kitin yang berpotensi di bidang industri dan pangan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Kata Kunci: Kitin, Sisik Ikan Nila, Perendaman, Kadar Air, FTIR
Subjects: S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling
Divisions (Program Studi): Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan > Teknologi Hasil Perikanan
Depositing User: Nasyir Nompo
Date Deposited: 05 Feb 2026 03:19
Last Modified: 05 Feb 2026 03:19
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/53190

Actions (login required)

View Item
View Item