Karakteristik Reflektansi Spektral Lamun dan Alga Coklat (Phaeophyceae) di Pulau Barrang Lompo, Kecamatan Sangkarrang, Makassar, Sulawesi Selatan = Spectral Reflectance Characteristics of Seagrass and Brown Algae (Phaeophyceae) in Barrang Lompo Island, Sangkarrang District, Makassar, South Sulawesi


DANIL, DANIL (2025) Karakteristik Reflektansi Spektral Lamun dan Alga Coklat (Phaeophyceae) di Pulau Barrang Lompo, Kecamatan Sangkarrang, Makassar, Sulawesi Selatan = Spectral Reflectance Characteristics of Seagrass and Brown Algae (Phaeophyceae) in Barrang Lompo Island, Sangkarrang District, Makassar, South Sulawesi. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
L011211012-6OAcQwTzuIblMZhr-20251003135904.jpg

Download (45kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
L011211012-1-2.pdf

Download (293kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
L011211012-dp.pdf

Download (99kB)
[thumbnail of Fulltext] Text (Fulltext)
L011211012-fulllll.pdf
Restricted to Repository staff only until 25 August 2027.

Download (9MB)

Abstract (Abstrak)

Lamun dan alga merupakan komponen penting dalam ekosistem pesisir yang berfungsi sebagai habitat, produsen primer, serta indikator kondisi lingkungan laut. Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi reflektansi spektral beberapa spesies lamun dan alga di perairan Pulau Barrang Lompo serta mengidentifikasi perbedaan karakteristik spektral antar jenis menggunakan pendekatan spektroradiometri bawah air. Pengambilan data dilakukan pada 17 Mei 2025 secara in situ terhadap lima jenis lamun dan tiga jenis alga, serta satu spesimen lamun yang tertutup lumut epifit. Pengukuran reflektansi dilakukan dengan spektroradiometer LOT-2 Spectra Corp pada panjang gelombang 400–750 nm dengan interval 3 nm, diikuti analisis statistik berupa pola kurva spektral, klasterisasi, dan Linier Descriminant Anylsisis (LDA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa lamun memiliki puncak reflektansi pada spektrum hijau-kuning (500–585 nm), sedangkan alga menunjukkan pantulan lebih tinggi pada spektrum kuning–merah (585–700 nm). Selain itu, daun lamun yang tertutup lumut menghasilkan nilai reflektansi yang lebih tinggi dibandingkan daun yang bersih, terutama pada pita merah dan merah tepi. Analisis klaster menghasilkan empat kelompok utama yang menunjukkan kemiripan spektral berdasarkan struktur daun dan kandungan pigmen. LDA berhasil membedakan lamun dan alga dengan akurasi tinggi, terutama pada spektrum 550–585 nm, yang terbukti menjadi zona paling diskriminatif. Temuan ini menunjukkan bahwa data reflektansi spektral dapat digunakan sebagai dasar pengembangan sistem klasifikasi vegetasi laut berbasis penginderaan jauh.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: alga; lamun; reflektansi spektral; spektroradiometer
Subjects: S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling
Divisions (Program Studi): Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan > Ilmu Kelautan
Depositing User: Nasyir Nompo
Date Deposited: 05 Feb 2026 00:39
Last Modified: 05 Feb 2026 00:39
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/53143

Actions (login required)

View Item
View Item