SYAHRA, NURHAFINA (2025) Analisis Hubungan Kerapatan Mangrove dengan Kelimpahan Kepiting Bakau (Scylla sp.) di Kawasan Ekosistem Mangrove Borongkalukua, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan = Analysis of the Relationship between Mangrove Density and Mud Crab (Scylla sp.) Abundance in the Borongkalukua Mangrove Ecosystem, Maros Regency, South Sulawesi. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
L021211038-1fznkWdTt2r06UZ3-20251002151912.jpg
Download (198kB) | Preview
L021211038-1-2.pdf
Download (645kB)
L021211038-dp.pdf
Download (147kB)
L021211038-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 1 October 2027.
Download (3MB)
Abstract (Abstrak)
NURHAFINA SYAHRA. Analisis Hubungan Kerapatan Mangrove dengan Kelimpahan Kepiting Bakau (Scylla sp.) di Kawasan Ekosistem Mangrove Borongkalukua, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (dibimbing oleh Nita Rukminasari). Latar Belakang. Ekosistem mangrove berperan sebagai habitat, tempat mencari makan (feeding ground), berkembang biak (spawning ground) dan tempat pertumbuhan (nursery ground) bagi biota perairan, termasuk kepiting bakau (Scylla sp.). Kawasan Mangrove Borongkalukua, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, terletak di muara sungai yang kaya nutrien dan potensial untuk mengkaji hubungan kerapatan mangrove dengan kelimpahan kepiting bakau. Variasi hasil penelitian sebelumnya menunjukkan perlunya kajian di lokasi ini. Tujuan. Mengetahui kerapatan mangrove, kelimpahan kepiting bakau serta hubungan di antara keduanya. Metode. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei–Juni 2025 di tiga stasiun. Kerapatan mangrove diukur menggunakan plot 10×10 m pada line transect sepanjang 100 m sedangkan kelimpahan kepiting bakau menggunakan bubu lipat (rakkang). Parameter lingkungan suhu, salinitas dan pH diukur secara in-situ dan tekstur substrat dianalisis di laboratorium. Hubungan dianalisis dengan regresi linear sederhana menggunakan Graphpad Prism 8.0. Hasil. Ditemukan tiga jenis mangrove, yaitu Rhizophora mucronata 63%, Rhizophora apiculata 29% dan Avicennia alba 8% dengan kerapatan 1.020–7.800 ind/ha. Dua jenis kepiting bakau teridentifikasi, Scylla serrata (60%) dan Scylla olivacea (40%) dengan kelimpahan 20–100 ind/ha. Analisis regresi menunjukkan hubungan positif kuat dengan persamaan Y = 0,0244x + 0,0017 dan R² = 0,733. Sebanyak 73,3% variasi kelimpahan kepiting bakau dipengaruhi oleh kerapatan mangrove, sisanya oleh faktor lingkungan. Kesimpulan. Kerapatan mangrove berpengaruh signifikan terhadap kelimpahan kepiting bakau di Borongkalukua.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kepiting bakau (Scylla sp.), Borongkalukua, kerapatan mangrove, korelasi positif, rakkang. |
| Subjects: | S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan > Manajemen Sumberdaya Perairan |
| Depositing User: | Nasyir Nompo |
| Date Deposited: | 05 Feb 2026 00:22 |
| Last Modified: | 05 Feb 2026 00:22 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/53139 |
