AZIZAH, NURUL (2025) ANALISIS HASIL TANGKAPAN KEPITING RAJUNGAN (Portunus pelagicus) BERDASARKAN PRINSIP DAN CARA KERJA ALAT TANGKAP BUBU DAN JARING INSANG DI PULAU SALEMO KABUPATEN PANGKAJENE DAN KEPULAUAN = Analysis of Blue Swimming Crab (Portunus pelagicus) Catches Based on the Design Principles and Operational Mechanisms of Crab Traps and Gill Nets in Salemo Island, Pangkajene Islands Regency. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
L051211009-lDs2gopY3A6ISzXP-20251002104446.jpg
Download (427kB) | Preview
L051211009-1-2.pdf
Download (543kB)
L051211009-dp.pdf
Download (199kB)
L051211009-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 10 September 2027.
Download (5MB)
Abstract (Abstrak)
NURUL AZIZAH. Analisis Hasil Tangkapan Kepiting Rajungan (Portunus Pelagicus) Berdasarkan Prinsip dan Cara Kerja Alat Tangkap Bubu dan Jaring Insang Di Pulau Salemo Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (dibimbing oleh M. Abduh Ibnu Hajar) Latar Belakang. Pulau Salemo, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, memiliki potensi perikanan yang signifikan, terutama dalam penangkapan kepiting rajungan (Portunus pelagicus). Tujuan. Penelitian ini untuk mengkaji hasil tangkapan kepiting rajungan berdasarkan prinsip dan cara kerja alat tangkap bubu dan jaring insang, dengan menganalisis komposisi jenis, jumlah, dan struktur ukuran hasil tangkapan, serta mendeskripsikan prinsip dan cara kerja alat tangkap bubu dan jaring insang pada pada penangkapan kepiting rajungan. Metode. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental fishing dengan pendekatan deskriptif kuantitatif dan kualitatif, yang dilaksanakan di Pulau Salemo pada bulan Januari hingga Februari 2025. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat tangkap bubu menghasilkan total tangkapan sebanyak 7.725 ekor, dengan komposisi jenis yang beragam, termasuk kepiting rajungan, kepiting batu berduri, udang mantis, dan kepiting bermata panjang. Sementara itu, alat tangkap jaring insang menghasilkan 132 ekor, yang didominasi oleh kepiting rajungan. Bubu memiliki keunggulan dalam jumlah tangkapan, tetapi kurang selektif terhadap ukuran, sedangkan jaring insang lebih selektif dalam menangkap rajungan yang layak konsumsi. Prinsip dan cara kerja bubu yaitu didasarkan kemampuan sensori penciuman rajungan dalam mendeteksi keberadaan makanan, aroma umpan yang tersebar melalui arus memancing rajungan masuk ke corong bubu yang menyempit sehingga sulit keluar, prinsip dan cara kerja jaring insang yaitu memanfaatkan perilaku rajungan yang tidak menyadari keberadaan jaring transparan sehingga terjerat atau terpuntal pada badan jaring. Kesimpulan. Penelitian ini menunjukkan bahwa kedua alat tangkap memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Bubu lebih efektif dalam jumlah tangkapan, namun jaring insang lebih mendukung keberlanjutan sumber daya rajungan dengan selektivitas yang lebih baik. Kata kunci: Kepiting Rajungan, Alat Tangkap Bubu, Alat Tangkap Jaring insang, Pulau Salemo, Sumber Daya Perikanan.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Blue Swimming Crab; Trap Fishing Gear; Jaring insang; Salemo Island; Fisheries Resources |
| Subjects: | S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan > Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan |
| Depositing User: | Nasyir Nompo |
| Date Deposited: | 03 Feb 2026 07:17 |
| Last Modified: | 03 Feb 2026 07:17 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/53137 |
