Identifikasi Patogen Parasit dan Bakteri yang Menginfeksi Ikan Bandeng (chanos chanos (forsskål, 1775)) dari Dua Wilayah Perairan di Sulawesi Selatan. = . Identification of Parasitic and Bacterial Pathogens Infecting Milkfish (Chanos chanos (Forsskål, 1775)) from Two Aquaculture Sites in South Sulawesi


RACHMAT, MUTIYAH AMALIA (2025) Identifikasi Patogen Parasit dan Bakteri yang Menginfeksi Ikan Bandeng (chanos chanos (forsskål, 1775)) dari Dua Wilayah Perairan di Sulawesi Selatan. = . Identification of Parasitic and Bacterial Pathogens Infecting Milkfish (Chanos chanos (Forsskål, 1775)) from Two Aquaculture Sites in South Sulawesi. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
L012241039-5bvlZXRO2GSkAEWo-20251007133726.jpg

Download (517kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
L012241039-1-2.pdf

Download (658kB)
[thumbnail of dapus] Text (dapus)
L012241039-dp.pdf

Download (195kB)
[thumbnail of Fulltext] Text (Fulltext)
L012241039-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 2 October 2027.

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

Ikan bandeng (Chanos chanos) merupakan komoditas utama akuakultur di Asia Tenggara, khususnya di Indonesia. Intensifikasi sistem budidaya meningkatkan risiko infeksi multipatogen, termasuk penyakit yang disebabkan oleh bakteri dan parasit, yang dapat menyebabkan kerugian ekonomi yang signifikan. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keberadaan parasit dan bakteri pada likan bandeng dari dua wilayah perairan di Sulawesi Selatan: ITP Marana di Maros dan tambak masyarakat di Labakkang, Pangkep, serta kondisi histopatologi insang ikan yang mengalami kematian. Metode. Penelitian ini melakukan pengambilan dengan sampling acak sederhana dan identifikasi parasit melalui pemeriksaan mikroskopis, molekuler. Isolasi bakteri pada media TSA dan TCBS yang dilanjutkan dengan identifikasi menggunakan MALDI-TOF MS, serta pemeriksaan histopatologi insang untuk menunjukkan kerusakan akibat infeksi. Hasil. Penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan keberadaan patogen antara kedua lokasi. Di Maros, hanya ditemukan Zoothamnium sp. dengan prevalensi rendah (3,33%), dan bakteri yang ditemukan sebagian besar merupakan bakteri oportunistik seperti Staphylococcus spp. Sebaliknya, di Pangkep, prevalensi ektoparasit sangat tinggi, prevalensi tertinggi Trichodina sp (80%). dan Apiosoma sp (96,67%)., serta bakteri patogen seperti Vibrio spp. dan Photobacterium damselae. Perbedaan ini terkait dengan kepadatan tebar dan manajemen lingkungan, dengan lokasi pertama (Maros, Marana, Pangkep) memiliki kepadatan lebih rendah dan manajemen kualitas air yang lebih baik, sedangkan Pangkep memiliki kepadatan lebih tinggi dan kualitas air yang lebih buruk. Kesimpulan. Penelitian ini bertujuan mengetahui keberadan patogen (bakteri dan parasit) pada ikan bandeng berbagai (Chanos chanos) di dua wilayah perairan di Sulawesi Selatan (ITP Marana–Maros dan tambak masyarakat,Labakkang Pangkep) dan perbedaan tingkat prevalensi, intensitas, serta kelimpahan parasit dan bakteri patogen antar lokasi, serta bagaimana kaitannya dengan kondisi histopatologi insang .

Item Type: Thesis (Thesis)
Uncontrolled Keywords: bandeng (Chanos chanos), histopatologi insang, infeksi multipatogen, Vibrio spp., Photobacterium damselae, akuakultur
Subjects: S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling
Divisions (Program Studi): Fakultas Ekonomi > Ilmu Ekonomi
Depositing User: Nasyir Nompo
Date Deposited: 03 Feb 2026 06:13
Last Modified: 03 Feb 2026 06:13
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/53131

Actions (login required)

View Item
View Item