NILAI NUTRISI SAMPAH PISANG TERHADAP PEMELIHARAAN MAGGOT (HERMETIA ILLUCENS) = THE NUTRITIONAL VALUE OF BANANA WASTE ON THE REARING OF MAGGOTS (HERMETIA ILLUCENS)


BRIGITA, CINDY (2025) NILAI NUTRISI SAMPAH PISANG TERHADAP PEMELIHARAAN MAGGOT (HERMETIA ILLUCENS) = THE NUTRITIONAL VALUE OF BANANA WASTE ON THE REARING OF MAGGOTS (HERMETIA ILLUCENS). Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
L031211072-SscLwyhn4GQdlW13-20251007130942.jpeg

Download (69kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
L031211072-1-2.pdf

Download (946kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
L031211072-dp.pdf

Download (230kB)
[thumbnail of Fulltext] Text (Fulltext)
L031211072-fulll.pdf
Restricted to Registered users only until 20 August 2027.

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang, Maggot memiliki kandungan nutrisi yang tinggi pada maggot kering mengandung kadar protein kasar pada kisaran 45,26%, lemak kasar 29 32%, abu kasar 9.91%, maggot segar protein yaitu 43,42%, lemak 17.24%, serat kasar 18.82%, kadar abu 8.7% dan kadar air 10,79%. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh nilai nutrisi sampah pisang terhadap pertumbuhan dan produksi maggot Hermetia illucens. Sampah organik seperti limbah pisang merupakan sumber bahan baku yang melimpah dan berpotensi dijadikan media budidaya maggot karena kandungan nutrisinya yang cukup tinggi untuk pertumbuhan maggot. Metode. Penelitian ini telah berlangsung dari bulan mei hingga bulan juni 2024, bertempat di Unit Hatchery, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Hasanuddin, dilakukan dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari empat perlakuan media, yaitu: A (daging pisang 100%), B (kol 100% sebagai kontrol), C (kulit pisang 100%), dan D (pisang utuh 100%), masing-masing dengan tiga ulangan. Parameter yang diamati meliputi pertumbuhan berat mutlak dan produksi biomassa maggot selama 24 hari pemeliharaan. Hasil. Data hasil analisis menunjukkan bahwa perlakuan media sampah pisang memberikan pengaruh yang signifikan (P<0,05) terhadap pertumbuhan maupun produksi maggot. Pertumbuhan tertinggi diperoleh pada perlakuan A (daging pisang) dengan rata-rata 85,79 ± 13,92gram, sedangkan terendah pada perlakuan C (kulit pisang) dengan rata-rata 51,22 ± 3,96gram. Produksi tertinggi juga dicapai oleh perlakuan A sebesar 3,27 ± 481,8 kg/cm². Perlakuan dengan daging pisang menunjukkan hasil yang lebih baik dibandingkan perlakuan lainnya. Hal ini karena kandungan nutrisi yang lebih mudah dicerna dan kadar air yang sesuai pada daging pisang. Kesimpulan. Penelitian ini menunjukkan bahwa sampah pisang berpotensi sebagai media alternatif dalam budidaya maggot, dan menjadi solusi ramah lingkungan dalam mengurangi jumlah timbulan sampah organik secara berkelanjutan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: maggot, limbah pisang, pertumbuhan, produksi.
Subjects: S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling
Divisions (Program Studi): Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan > Budidaya Perairan
Depositing User: Nasyir Nompo
Date Deposited: 03 Feb 2026 06:03
Last Modified: 03 Feb 2026 06:03
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/53128

Actions (login required)

View Item
View Item