Hubungan Panjang Bobot dan Faktor Kondisi Udang Macrobrachium lar (Fabricius, 1798), di Sungai Lolisang, Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan = Relationship between Length-Weight and Condition Factor of Macrobrachium lar Shrimp (Fabricius, 1798), in Lolisang River, Kajang District, Bulukumba Regency, South Sulawesi


AGUSTINA, TISYA (2025) Hubungan Panjang Bobot dan Faktor Kondisi Udang Macrobrachium lar (Fabricius, 1798), di Sungai Lolisang, Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan = Relationship between Length-Weight and Condition Factor of Macrobrachium lar Shrimp (Fabricius, 1798), in Lolisang River, Kajang District, Bulukumba Regency, South Sulawesi. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
L021211030-vIOZw6RQKFPGqSXc-20251008144606.jpg

Download (103kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
L021211030-1-2.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
L021211030-dp.pdf

Download (922kB)
[thumbnail of Fulltext] Text (Fulltext)
L021211030-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 1 July 2027.

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

TISYA AGUSTINA. Hubungan Panjang Bobot dan Faktor Kondisi Udang Macrobrachium lar (Fabricius, 1798), di Sungai Lolisang, Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan (dibimbing oleh Sharifuddin Bin Andy Omar). Latar Belakang. Hingga kini, ekosistem perairan Sungai Lolisang masih belum mendapatkan perhatian yang memadai dalam kajian perikanan, khususnya terkait dengan komunitas udang air tawar. Keterbatasan data ilmiah mengenai hal tersebut menjadi kendala dalam merumuskan strategi konservasi dan pengelolaan berkelanjutan mengenai udang M. lar di kawasan tersebut. Penelitian ini bertujuan menganalisis aspek biologi yang meliputi hubungan panjang-bobot dan faktor kondisi M. lar di Sungai Lolisang, Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba. Metode. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2024 hingga bulan Januari 2025. pengamatan dimulai dari pengukuran panjang total udang dimulai dari rostum terdepan sampai ujung telson menggunakan caliper, kemudian bobot udang diukur dengan cara ditimbang menggunakan timbangan digital Fujitsu FSR-C. Hasil dan Pembahasan. Hasil analisis menunjukkan pola pertumbuhan alometrik negatif (Hipoalometrik) yang artinya pertambahan panjang tubuh lebih cepat daripada pertambahan bobot tubuh. Nilai faktor kondisi M. lar berdasarkan waktu pengambilan sampel dan stasiun yaitu lebih besar 1 (>1) menandakan kondisi yang baik. Penelitian ini diperoleh nilai b relatif kecil. Hal tersebut disebabkan pada suatu perairan sering terjadi perbedaan baik dari segi ukuran ataupun dari segi jumlah dari salah satu jenis kelamin. Stasiun 3 sebagai habitat yang lebih ideal bagi M. lar. Nilai faktor kondisi M. lar berdasarkan waktu pengambilan sampel dan stasiun selama penelitian dilakukan memperoleh nilai lebih besar dari 1 yang menandakan bahwa kondisi M. lar di Sungai Lolisang tergolong baik. Kesimpulan. Hubungan panjang- bobot M. lar berdasarkan waktu pengambilan sampel dan stasiun memiliki pola pertumbuhan hipoalometrik (alometrik negatif) yaitu pertumbuhan panjang lebih cepat daripada bobot tubuhnya. Nilai rata-rata faktor kondisi M. lar selama empat bulan penelitian lebih dari satu (<1) yang menunjukkan S. Lolisang dalam kondisi yang baik dengan kondisi lingkungan yang mendukung.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Kata kunci: Macrobrachium lar, hubungan panjang-bobot, faktor kondisi, Sungai Lolisang
Subjects: S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling
Divisions (Program Studi): Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Sosial
Depositing User: Nasyir Nompo
Date Deposited: 02 Feb 2026 07:19
Last Modified: 02 Feb 2026 07:19
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/53085

Actions (login required)

View Item
View Item