Analisis Kebijakan Energi Baru Terbarukan Joko Widodo terkait Hilirisasi dan Proteksi Nikel dalam Menghadapi Gugatan WTO = Analysis of Jokowi's New Renewable Energy Downstream Policy Regarding Nickel Protection in Facing WTO Lawsuit


AISYAH, AINUN (2025) Analisis Kebijakan Energi Baru Terbarukan Joko Widodo terkait Hilirisasi dan Proteksi Nikel dalam Menghadapi Gugatan WTO = Analysis of Jokowi's New Renewable Energy Downstream Policy Regarding Nickel Protection in Facing WTO Lawsuit. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of cover]
Preview
Image (cover)
E061201108-lNd715BuoiPkfjpG-20250816002526.jpg

Download (263kB) | Preview
[thumbnail of bab 1-2] Text (bab 1-2)
E061201108-1-2.pdf

Download (367kB)
[thumbnail of dapus] Text (dapus)
E061201108-dp.pdf

Download (269kB)
[thumbnail of full teks] Text (full teks)
E061201108-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 13 August 2027.

Download (13MB)

Abstract (Abstrak)

Penelitian ini membahas kebijakan hilirisasi nikel Indonesia dengan fokus pada peran Presiden Joko Widodo sebagai aktor utama dalam perumusan dan implementasi kebijakan tersebut. Hilirisasi dipandang sebagai instrumen strategis untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya mineral, memperkuat kedaulatan ekonomi, dan memposisikan Indonesia sebagai pemain kunci dalam rantai pasok baterai kendaraan listrik global. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka dengan seluruh data bersumber dari data sekunder, termasuk dokumen kebijakan, laporan resmi, dan literatur akademik. Pendekatan Foreign Policy Analysis (FPA) diterapkan dengan tiga model Graham Allison—Rational Actor Model (RAM), Organizational Process Model (OPM), dan Governmental Politics Model (GPM)—serta teori proteksionisme untuk menganalisis proses pengambilan keputusan dan dinamika politik di balik larangan ekspor bijih nikel mentah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan ini merupakan kombinasi antara keputusan strategis jangka panjang, pemanfaatan struktur birokrasi yang ada, dan negosiasi politik antar-elite. Selain itu, ditemukan bahwa terdapat perkembangan signifikan dalam pembangunan smelter di Indonesia sebagai bagian dari strategi pemerintah sembari menunggu putusan Dispute Settlement Body (DSB) WTO aktif. Meskipun menghadapi gugatan di WTO, Indonesia tetap mempertahankan kebijakan ini sebagai strategi pembangunan industri dan penguatan daya tawar internasional.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Jokowi, Hilirisasi, Nikel, Proteksionisme, Energi Baru Terbarukan, Kebijakan Luar negeri, WTO, Indonesia
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Hubungan Internasional
Depositing User: Unnamed user with username pkl2
Date Deposited: 29 Jan 2026 07:35
Last Modified: 29 Jan 2026 07:35
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/53013

Actions (login required)

View Item
View Item